
Ilustrasi seseorang dengan attachment anxious (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Dalam setiap hubungan yang kita jalin, cara kita terikat atau attachment style memainkan peran sangat penting dalam dinamika interaksi sehari-hari. Pola keterikatan ini seringkali terbentuk sejak masa kanak-kanak dan memengaruhi bagaimana kita merasa aman atau cemas dalam kedekatan dengan orang lain di sekitar kita.
Bagi sebagian individu, pola keterikatan yang mereka miliki dikenal sebagai anxious attachment atau keterikatan cemas, yang secara paradoks bisa mendorong orang terdekat menjauh. Mereka sangat mendambakan kedekatan dan jaminan cinta, namun tanpa sadar melakukan hal-hal yang justru membuat hubungan terasa sulit dijaga.
Melansir dari Geediting.com, Sabtu (03/05), ada beberapa perilaku spesifik yang seringkali ditampilkan oleh orang dengan attachment anxious tanpa mereka sadari sepenuhnya.
1. Terus-menerus Mencari Kepastian
Satu di antara perilaku khas yang sering muncul adalah kebutuhan yang sangat intens dan berkelanjutan akan jaminan bahwa hubungan baik-baik saja. Mereka sering meminta validasi verbal atau tindakan berulang dari pasangannya untuk meredakan rasa cemas mendalam yang selalu hadir dalam diri mereka.
2. Terlalu Memikirkan Hal-Hal Kecil
Pesan teks yang singkat, jeda balasan yang sedikit lebih lama, atau perubahan kecil dalam nada suara bisa diinterpretasikan berlebihan sebagai tanda masalah. Mereka menghabiskan banyak energi mental untuk menganalisis setiap detail kecil interaksi mencari bukti penolakan atau tanda-tanda keretakan yang sebenarnya tidak ada dalam hubungan.
3. Terlalu Bergantung atau Melekat
Keinginan kuat untuk selalu bersama atau butuh perhatian dan kontak konstan dari pasangan bisa terasa sangat melelahkan atau mencekik bagi orang lain. Mereka mungkin sulit menoleransi waktu terpisah dan seringkali menunjukkan kemelekatan yang berlebihan dalam upaya menjaga kedekatan fisik atau emosional setiap saat.
4. Mudah Merasa Cemburu
Interaksi normal Anda dengan orang lain, bahkan hanya teman lama atau rekan kerja, bisa memicu rasa cemburu yang kuat dan terkadang tidak proporsional. Ketakutan mendasar akan kehilangan dan ditinggalkan membuat mereka cenderung curiga berlebihan pada setiap potensi ancaman terhadap eksklusivitas hubungan yang sedang dijalani.
5. Menganggap Segala Sesuatu Terlalu Pribadi
Kritik ringan, komentar santai, atau bahkan lelucon dari Anda bisa langsung dianggap sebagai serangan pribadi atau bukti bahwa mereka tidak cukup baik dan pantas dicintai. Mereka memiliki filter internal yang membuat sangat mudah merasa diserang atau tidak dicintai, bahkan ketika niat orang lain sama sekali tidak demikian.
6. Menciptakan Drama atau Menguji Hubungan
Terkadang, tanpa sadar mereka bisa menciptakan konflik kecil, situasi dramatis, atau sengaja menarik diri sejenak untuk menguji seberapa besar Anda peduli. Perilaku ini lahir dari ketakutan mendasar akan penolakan, namun ironisnya justru bisa membuat hubungan terasa tidak stabil dan sangat melelahkan bagi kedua belah pihak yang terlibat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
