Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 00.34 WIB

Tangan Selalu Menggenggam Saat Tidur Ternyata Menandakan Kondisi Psikologis Ini!

Tangan Selalu Menggenggam Saat Tidur Ternyata Menandakan Kondisi Psikologis Ini! (wayhomestudio/Freepik) - Image

Tangan Selalu Menggenggam Saat Tidur Ternyata Menandakan Kondisi Psikologis Ini! (wayhomestudio/Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu bangun dari tidur dan menyadari bahwa posisi tanganmu menggenggam atau menekuk ke arah dada, seolah-olah membentuk gaya tangan dinosaurus kecil seperti T-Rex? Posisi tidur ini, yang sering disebut “dinosaur hands” atau “T-Rex arms”, ternyata bukan sekadar kebiasaan tanpa arti. Justru, menurut psikologi dan neurosains modern, posisi tidur seperti ini bisa menjadi cerminan dari kondisi psikologis dan cara otak merespons rasa aman.

Apa Itu “Dinosaur Hands”? Istilah “dinosaur hands” digunakan untuk menggambarkan posisi tangan saat tidur yang melipat pergelangan tangan dan menyimpannya dekat dengan dada atau wajah. Kalau kamu membayangkan posisi tangan dinosaurus kecil seperti T-Rex, lengan ditekuk dan dekat dengan tubuh, nah, posisinya mirip seperti itu.

Menurut NeuroSpark Health, posisi ini bisa muncul secara alami sebagai bentuk tubuh menciptakan kenyamanan (comfort cocoon). Suatu mekanisme proteksi diri sebelum benar-benar tertidur. Ini seperti pelukan kecil yang menenangkan sistem saraf dan membuat pikiran merasa lebih aman.

Dalam konteks psikologis, tidur dengan posisi tangan menggenggam bisa jadi tanda bahwa tubuh (dan otak) sedang mencari rasa tenang dan aman. Masih dari sumber yang sama, perilaku ini sangat umum ditemukan pada individu neurodivergent seperti mereka yang memiliki ADHD, autisme, atau gangguan sensorik lainnya.

Menurut penjelasan dari Verywell Health, orang dengan neurodivergensi cenderung memiliki perbedaan dalam sistem saraf mereka, termasuk dalam hal persepsi tubuh atau propriosepsi. Propriosepsi adalah kemampuan otak untuk mengetahui di mana letak bagian tubuh kita tanpa harus melihatnya. Saat kemampuan ini terganggu, tubuh mungkin mencari posisi yang membuatnya “lebih terasa” atau lebih mudah dikenali. Posisi “dinosaur hands” ini memberikan tekanan dan kontak yang membantu otak lebih sadar akan keberadaan tangan dan tubuh secara keseluruhan.

Bagi banyak orang, khususnya anak-anak dan orang dewasa yang neurodivergent, tekanan fisik ringan dari menggenggam tangan atau menyentuh tubuh sendiri bisa menghasilkan efek menenangkan secara neurologis. Ini mirip seperti saat kita memeluk bantal guling atau menyelimuti diri dengan selimut tebal, semuanya dilakukan untuk regulasi diri atau menenangkan sistem saraf yang aktif.

Dalam kasus tertentu, posisi ini bahkan bisa membantu seseorang mengatasi kecemasan ringan sebelum tidur. Ini adalah contoh nyata bagaimana tubuh secara otomatis mencari cara untuk mengelola stres dan menciptakan rasa aman, meskipun tanpa kita sadari.

Tapi apakah posisi seperti ini berbahaya? Secara umum, posisi “dinosaur hands” saat tidur tidak berbahaya. Namun, jika dilakukan terlalu lama dan terus-menerus setiap malam, posisi ini bisa menyebabkan ketegangan pada pergelangan tangan, lengan, atau bahu. Beberapa orang mungkin merasakan kebas, kesemutan, atau nyeri ringan saat bangun.

Jika kamu merasa tidak nyaman, kamu bisa mencoba beberapa langkah sederhana seperti, melakukan peregangan ringan sebelum tidur, menggunakan bantal tambahan untuk menopang lengan agar tidak menekuk terlalu tajam, mengatur posisi tidur agar lebih netral dan ergonomis

Sebagai penutup. Tubuh kita sering berbicara lewat bahasa nonverbal, termasuk lewat posisi tidur. Tidur dengan tangan menggenggam atau dalam gaya “T-Rex” mungkin tampak sepele, tapi sebenarnya bisa menjadi cerminan kebutuhan emosional dan neurologis seseorang.

Bagi sebagian orang, ini adalah bentuk perlindungan diri atau cara bawah sadar tubuh untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan. Bagi yang lain, terutama individu neurodivergent, ini bisa menjadi strategi alami untuk mengatur sensorik dan menenangkan pikiran.

Apapun alasannya, penting bagi kita untuk mendengarkan sinyal-sinyal halus dari tubuh, termasuk dari posisi tidur. Karena kadang, tanpa kita sadari, tubuh sedang memberitahu apa yang sebenarnya dibutuhkan: lebih banyak ketenangan, rasa aman, dan penerimaan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore