Ilustrasi pertemanan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Seiring kita menua, kita mulai menyadari bahwa tidak semua bentuk pertemanan memiliki nilai yang sama. Ada teman-teman yang sangat menyenangkan saat kita masih muda, namun seiring berkembangnya kehidupan dan bertambahnya kedewasaan, hubungan itu mungkin sudah tidak lagi selaras dengan siapa kita sekarang.
Dari sudut pandang psikologi, ada beberapa tipe teman yang seiring waktu mungkin lebih banyak membawa beban daripada manfaat. Dalam proses tumbuh dewasa, melepaskan jenis pertemanan tertentu bukanlah hal yang salah, justru bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan emosional.
Dilansir dari Laman Parent From Heart pada Selasa (29/04), kita akan membahas tujuh jenis teman yang mungkin tidak lagi cocok untuk kita pertahankan seiring perjalanan hidup kita.
1. Si Kompetitor Abadi
Ketika kita semakin dewasa, hubungan pertemanan seharusnya dibangun atas dasar saling dukung, bukan saling bersaing. Namun, ada teman yang selalu merasa harus lebih unggul dari kita baik dalam hal karier, pencapaian pribadi, atau bahkan hal kecil sekalipun. Alih-alih ikut bahagia atas keberhasilan kita, mereka justru terpacu untuk mengalahkan kita.
Hubungan seperti ini dapat menguras energi dan menciptakan suasana negatif. Seperti kata psikolog Carl Rogers, "Orang yang benar-benar terdidik adalah mereka yang terus belajar dan mampu beradaptasi." Maka, jika seorang teman lebih mendorong persaingan daripada pertumbuhan bersama, mungkin saatnya mengevaluasi kembali peran mereka dalam hidup kita.
2. Penguras Energi
Semakin kita menua, semakin kita peka terhadap siapa yang membuat hidup kita lebih ringan dan siapa yang justru memberatkan. Mungkin kamu pernah punya teman yang membuat kamu merasa lelah setiap kali bertemu. Topik pembicaraan selalu tentang masalah mereka, drama yang tak kunjung selesai, dan sangat jarang mereka menanyakan kabarmu
Jika pertemanan terasa lebih seperti pekerjaan menjadi konselor daripada hubungan dua arah yang sehat, itu bisa menjadi pertanda bahwa hubungan tersebut sudah tidak lagi membangun. Seperti yang dikatakan psikolog Albert Bandura, rasa percaya diri dan ketangguhan adalah kunci untuk menghadapi kerasnya hidup dan teman sejati seharusnya memperkuat itu, bukan melemahkannya.
3. Teman Musiman
Teman seperti ini hanya muncul saat segalanya berjalan lancar, tapi menghilang saat kamu sedang dalam masalah. Mereka akan hadir di momen bahagia, namun tidak ada saat kamu butuh dukungan di masa sulit.
Padahal, esensi dari pertemanan sejati adalah kebersamaan dalam segala situasi, baik suka maupun duka. Jika seseorang hanya hadir di saat senang tapi tak pernah ada di saat susah, mungkin hubungan itu tidak sepadan untuk dipertahankan.
4. Si Pesimis
Kita semua pernah bertemu orang yang selalu melihat sisi gelap dari segala hal. Teman seperti ini sulit merasa puas dan cenderung menarik kamu ke dalam pola pikir negatif. Dalam jangka panjang, kehadiran mereka bisa berdampak pada cara pandang kamu terhadap hidup.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
