
Ilustrasi kebiasaan cringe yang sering dianggap normal. (Freepik).
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (26/4), berikut ini adalah tujuh kebiasaan yang seringkali dianggap biasa, tetapi sebenarnya dapat mencerminkan kurangnya keterampilan dalam berinteraksi sosial.
1. Terlalu Sering Minta Maaf
Kebiasaan meminta maaf setiap kali ada hal kecil yang terjadi, bahkan ketika kita tidak bersalah, bisa terlihat sebagai tanda ketidakpercayaan diri. Misalnya, jika seseorang tidak sengaja menabrak kita di jalan, kita mungkin justru yang berkata “maaf” terlebih dahulu. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), permintaan maaf sebaiknya hanya dilakukan ketika memang ada kesalahan yang nyata.
Jika terlalu sering mengatakan “maaf” tanpa alasan yang jelas, hal ini bisa membuat kita tampak terlalu cemas atau kurang percaya diri. Sebaiknya, berhenti sejenak dan pertimbangkan apakah permintaan maaf benar-benar diperlukan. Dengan cara ini, kita bisa lebih dihargai dan terlihat lebih percaya diri.
2. Sering Memotong Pembicaraan atau Menyelesaikan Kalimat Orang Lain
Memotong pembicaraan orang lain, meskipun niatnya mungkin baik, dapat memberikan kesan kurang sabar atau bahkan tidak menghargai lawan bicara. Banyak orang yang melakukannya karena merasa terlalu antusias atau yakin bahwa mereka mengerti apa yang ingin disampaikan. Padahal, hal ini bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai.
Jika kebiasaan ini sering terjadi, cobalah untuk lebih mindful dalam berbicara. Beri kesempatan orang lain untuk menyelesaikan kalimat mereka, dan tunggu beberapa detik sebelum memberikan tanggapan. Ini akan menunjukkan bahwa kita benar-benar mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.
3. Mengharapkan Pujian Secara Tidak Langsung
Sering kali, kebiasaan ini muncul dalam bentuk komentar merendahkan diri yang sebenarnya dimaksudkan untuk mendapat pujian. Misalnya, seseorang mengatakan, “Saya sedang tidak fit akhir-akhir ini,” berharap orang lain akan memberi pujian bahwa mereka tetap terlihat baik. Atau, memuji diri sendiri sambil berpura-pura merendah untuk mendapatkan pengakuan.
Meskipun hal ini mungkin tampak seperti kebiasaan ringan, orang bisa merasa tidak nyaman jika merasa dipaksa untuk memberi pujian. Keaslian dalam sikap dan rasa percaya diri yang tulus jauh lebih dihargai daripada meminta pengakuan dengan cara yang tidak langsung.
4. Mendominasi Percakapan dengan Cerita Pribadi
Terkadang, berbagi cerita pribadi bisa mempererat hubungan, tetapi jika terlalu sering dan tidak memberi kesempatan bagi orang lain untuk berbicara, ini bisa menunjukkan kurangnya kesadaran sosial. Mendominasi percakapan dengan menceritakan kehidupan kita sendiri tanpa memperhatikan respons lawan bicara bisa membuat mereka merasa diabaikan.
Jika merasa terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri, cobalah untuk berhenti sejenak dan amati bahasa tubuh orang lain. Apakah mereka terlihat tertarik atau justru mulai tidak nyaman? Memberikan kesempatan untuk orang lain berbicara bisa membuat percakapan lebih seimbang dan menyenangkan.
5. Terlalu Sering Memeriksa Ponsel Saat Berada dalam Pergaulan

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
