Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 05.18 WIB

Penumpang Pesawat yang Paling Sulit Dihadapi Biasanya Memiliki 7 Sifat Ini Menurut Pramugari, Kamu Termasuk?

Ilustrasi seorang penumpang dan pramugari. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang penumpang dan pramugari. (Freepik)


JawaPos.com - Penerbangan yang lancar bisa terasa seperti liburan di atas awan. Sebaliknya, penerbangan yang dipenuhi masalah bisa menjadi pengalaman yang sangat melelahkan. 
Salah satu faktor utama yang membedakan dua situasi tersebut adalah perilaku penumpang. 
 
Dalam kabin pesawat, interaksi antarmanusia memainkan peran besar dalam menentukan suasana. Pramugari dan awak kabin sudah terbiasa menghadapi berbagai karakter penumpang. Dari yang menyenangkan hingga yang merepotkan, semuanya pernah ditemui.

Namun, ada pola perilaku yang sering muncul pada penumpang yang dianggap paling sulit untuk dihadapi. Bukan bermaksud menghakimi, melainkan untuk memahami dinamika di balik pelayanan dalam penerbangan.

Menurut para pramugari, dilansir dari Geediting pada Jumat (25/4), berikut tujuh sifat yang kerap dimiliki oleh penumpang yang paling menantang selama penerbangan.

1. Menuntut Berlebihan dan Tidak Masuk Akal

Salah satu tantangan terbesar dalam dunia penerbangan adalah menghadapi penumpang dengan ekspektasi yang tidak realistis. Sebagian dari mereka tampaknya mengira pesawat adalah hotel bintang lima yang melayang di udara. 

Mereka meminta layanan yang sebenarnya tidak tersedia atau bahkan tidak memungkinkan di ketinggian 30.000 kaki. Contohnya seperti memaksa disediakan menu makanan tertentu, meminta Wi-Fi pada penerbangan yang tidak menyediakannya, atau memprotes suhu kabin yang tidak sesuai keinginan pribadi.

Padahal, pramugari sudah berusaha maksimal untuk memberi kenyamanan dalam keterbatasan. Memahami hal ini akan membuat perjalanan lebih nyaman bagi semua pihak.

2. Mengabaikan Instruksi Keselamatan

Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap penerbangan. Sayangnya, masih ada penumpang yang tidak mengindahkan instruksi yang diberikan oleh awak kabin. Contoh paling umum adalah saat tanda sabuk pengaman menyala, tetapi tetap ada penumpang yang berdiri atau bergerak sesuka hati.

Perilaku ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat menyebabkan kepanikan di antara penumpang lain dan menyulitkan kru pesawat yang harus mengambil tindakan cepat.

3. Tidak Bisa Mengontrol Konsumsi Alkohol

Minuman beralkohol memang disediakan dalam penerbangan tertentu, tetapi tidak semua penumpang memahami bahwa efek alkohol bisa lebih kuat saat berada di udara.

Tekanan kabin dan kadar oksigen yang rendah membuat tubuh lebih cepat terpengaruh oleh alkohol. Akibatnya, ada penumpang yang menjadi mabuk dan bertindak tidak terkendali.

Mulai dari berbicara keras, mengganggu penumpang lain, hingga bersikap agresif, semua itu menjadi beban tambahan bagi pramugari yang bertugas menjaga ketertiban di dalam kabin. Oleh karena itu, mengonsumsi alkohol secukupnya menjadi langkah bijak demi kenyamanan bersama.

4. Tidak Sabar dan Bersikap Kasar

Penundaan penerbangan, antrean ke toilet, atau gangguan cuaca memang bisa memicu rasa tidak nyaman. Namun, respons yang kasar dan tidak sabar justru memperkeruh suasana.

Penumpang yang mudah emosi, membentak kru, atau bersikap sinis kepada penumpang lain, hanya akan menambah tekanan pada awak kabin. Padahal, sikap ramah dan pengertian bisa membuat suasana penerbangan jauh lebih menyenangkan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk seluruh penumpang.

5. Kurangnya Empati terhadap Situasi Sekitar

Pramugari sering dihadapkan pada situasi darurat, mulai dari penumpang yang jatuh sakit hingga turbulensi mendadak. Namun, masih ada penumpang yang tetap memikirkan kenyamanan pribadinya.

Pernah terjadi kasus saat kru sibuk menangani keadaan darurat medis, tetapi ada penumpang yang terus-menerus mengeluh soal makanan yang belum dibagikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore