Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 05.16 WIB

Orang yang Sering Overthinking Saat Mengirim Pesan "Oke" Saja Biasanya Memiliki 7 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang sering overthinking saat mengirim pesan. (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang sering overthinking saat mengirim pesan. (Freepik).


JawaPos.com - Terkadang, mengirimkan pesan "oke" bisa menjadi sebuah hal yang rumit bagi sebagian orang. Padahal, kata tersebut terkesan sangat sederhana. Namun, bagi sebagian orang, proses untuk menekan tombol kirim justru bisa penuh dengan keraguan dan kecemasan.

Fenomena ini bukanlah hal yang langka. Faktanya, para ahli psikologi telah mengidentifikasi beberapa perilaku yang biasanya muncul pada individu yang sering terjebak dalam overthinking, bahkan untuk hal yang tampaknya sepele. 

Overthinking ini lebih dari sekadar kebiasaan, karena berkaitan dengan berbagai faktor psikologis yang memengaruhi cara kita berinteraksi. Dilansir dari Blog Herald pada Jumat (25/4), berikut tujuh perilaku umum yang dimiliki oleh orang-orang yang sering overthinking saat mengirim pesan "oke".

1. Terperangkap dalam Pencarian Kesempurnaan

Bagi orang yang sering overthinking, bahkan memilih emoji yang tepat untuk menyertai pesan "oke" pun bisa menjadi masalah besar. Biasanya, orang-orang ini adalah tipe perfeksionis, yang tidak hanya menginginkan kesempurnaan dalam pekerjaan, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari, termasuk dalam mengirim pesan.

Perfectionism adalah keinginan untuk mencapai kesempurnaan, yang sering disertai dengan evaluasi diri yang ketat dan kekhawatiran tentang penilaian orang lain. Hal ini bisa membuat mereka merasa bahwa setiap kata, bahkan tanda baca, memegang arti yang sangat penting. Akibatnya, mereka bisa terjebak dalam proses yang tidak ada habisnya untuk membuat pesan tersebut sempurna.

Namun, penting untuk diingat bahwa komunikasi yang baik lebih mengutamakan kejelasan daripada kesempurnaan. Jangan biarkan pencarian kesempurnaan menghentikanmu untuk mengirimkan pesan yang sebenarnya sudah cukup.

2. Terjebak dalam Paralisis Analisis

Pernahkah kamu merasa terjebak saat menulis pesan "oke", hingga akhirnya kamu mengeditnya berkali-kali? Ini adalah fenomena yang disebut "paralisis analisis", di mana seseorang terjebak dalam kebingungan karena terlalu banyak menganalisis suatu situasi.

Ketika kita terlalu lama merenung atau memikirkan berbagai kemungkinan, kita malah menjadi kesulitan untuk mengambil keputusan. Seperti yang dikatakan oleh Sigmund Freud, "Pikiran itu seperti gunung es; hanya sepertujuhnya yang tampak di permukaan". 

Dalam hal ini, terlalu banyak berpikir dapat membawa kita ke dalam ketakutan atau kecemasan yang tidak perlu. Ingatlah bahwa pesan "oke" adalah hal yang sederhana dan tidak perlu terlalu dipikirkan. Terkadang, kita perlu melepaskan diri dari keraguan dan segera mengirimkan pesan tersebut.

3. Takut Terlihat Tidak Peduli

Bagi sebagian orang, mengirim pesan "oke" tanpa tambahan kata-kata lain atau emoji bisa terasa seperti menunjukkan ketidakpedulian. Rasa takut untuk dianggap tidak bersemangat atau tidak perhatian ini sering menjadi alasan mengapa pesan "oke" dilengkapi dengan emoji atau tanda seru yang berlebihan.

Rasa takut ini sering kali berakar dari keinginan untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Sebagai makhluk sosial, kita secara alami ingin diterima oleh lingkungan sekitar. Dalam konteks ini, kita merasa perlu untuk memberi kesan positif, bahkan melalui pesan singkat.

Namun, yang perlu diingat adalah bahwa kebanyakan orang tidak akan menganalisis pesanmu sebanyak yang kamu kira. Jika mereka melakukannya, itu adalah persepsi mereka, bukan kenyataan yang sebenarnya. Cobalah untuk lebih percaya diri dalam mengirim pesan "oke" tanpa rasa takut.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore