Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 04.11 WIB

7 Ciri Psikologis Orang yang Merasa Cemas dan Gugup Saat Minum Kopi

Ilustrasi tujuh ciri psikologis orang yang merasa cemas dan gugup saat minum kopi. - Image

Ilustrasi tujuh ciri psikologis orang yang merasa cemas dan gugup saat minum kopi.

JawaPos.com - Tak semua orang dapat minum kopi. Minuman favorit yang banyak dicari orang untuk memulai hari dengan energi dan fokus ini dapat memiliki efek yang berbeda untuk orang lain.

Bagi sebagian orang, kopi dapat menjerumuskan mereka ke dalam kecemasan dan kegelisahan. Semuanya tergantung pada karakter psikologis unik setiap orang. Orang-orang ini bahkan dapat merasa gelisah hanya dengan mencium aromanya.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh ciri psikologis orang yang merasa cemas dan gugup saat minum kopi.

1. Sensitivitas terhadap stimulan

Bagi banyak orang, kopi adalah dorongan energi yang mendorong mereka bangun dari tempat tidur di pagi hari. Namun, bagi sebagian orang, stimulan yang sama dapat memicu datangnya kecemasan dan kegugupan.

Hal ini sering kali disebabkan oleh meningkatnya kepekaan terhadap kafein, hal yang tidak jarang terjadi. Faktanya, itu adalah sifat yang terkait dengan susunan genetik kita. Beberapa orang memang lebih sensitif terhadap stimulan dibandingkan yang lain.

Jika Anda merasa gelisah setelah menyesap satu atau dua teguk kopi, hal itu mungkin disebabkan tubuh Anda memetabolisme kafein secara berbeda dibandingkan orang lain.

Sistem tubuh Anda mungkin memprosesnya lebih lambat, yang menyebabkan peningkatan detak jantung, kegelisahan, dan perasaan cemas.

2. Cenderung berpikir berlebihan

Mereka mungkin orang yang sering kali terbangun di malam hari dengan pikiran yang penuh. Mereka tidak dapat beristirahat dan bersantai dengan tenang. Psikolog mengatakan ini adalah sifat umum di antara mereka yang mengalami kecemasan.

Sekarang, gabungkan pikiran berlebihan dengan kafein. Kopi merangsang sistem saraf pusat dan dapat meningkatkan kewaspadaan mental. Ini mungkin terdengar bagus, tetapi bagi seorang pemikir berlebihan, ini dapat berubah menjadi maraton pikiran dan skenario terburuk.

Tidak perlu benar-benar berhenti minum kopi, yang penting adalah memahami sifat Anda dan membuat penyesuaian kecil demi kesejahteraan Anda.

3. Tingkat neurotisisme yang tinggi

Neurotisisme merupakan sifat psikologis yang ditandai oleh ketidakstabilan emosi, kecemasan, suasana hati yang buruk, dan kecenderungan stres. Ini adalah salah satu dari 'Lima Besar' ciri kepribadian yang diterima secara luas dalam psikologi, bersama dengan sifat ekstrovert, sifat mudah bergaul, sifat teliti, dan sifat terbuka.

Mereka yang memiliki tingkat neurotisme tinggi sering kali mengalami respons yang meningkat terhadap stres dan dapat lebih rentan terhadap perasaan khawatir dan takut. Sekarang, tambahkan secangkir kopi kental ke dalam campuran ini.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore