Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 April 2025 | 17.28 WIB

7 Tipe Orang Ini Akan Menjadi Pondasi Baru untuk Berdiri Kembali Meski Dunia Berulang Kali Menghancurkannya, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang menurut psikologi bisa menjadi pondasi kokoh ketika hidupmu sedang goyah. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang menurut psikologi bisa menjadi pondasi kokoh ketika hidupmu sedang goyah. (Freepik)

JawaPos.Com - Ada masa-masa dalam hidup ketika segalanya terasa runtuh. Ketika pekerjaan tidak berjalan, hubungan hancur, kesehatan goyah, atau kehilangan membuat dada terasa kosong. 

Saat itulah, kekuatan pribadi sering kali tak cukup. Sebanyak apapun buku motivasi dibaca, afirmasi diri diucapkan, atau air mata ditahan dalam diam, tetap ada luka yang tak bisa sembuh hanya oleh waktu.

Namun di tengah reruntuhan harapan, selalu ada satu hal yang bisa menyelamatkan: manusia lain. 

Satu kalimat tulus bisa menjadi jembatan untuk kembali berdiri. Satu pelukan bisa jadi jangkar di tengah badai. 

Satu orang yang benar-benar hadir bisa mengubah arah cerita. Psikologi modern pun menunjukkan bahwa ketika dunia menghancurkanmu, kamu tidak selalu butuh solusi, kadang kamu hanya butuh orang yang tepat di sisimu.

Dilansir dari DMNews, inilah tujuh tipe orang yang menurut psikologi bisa menjadi pondasi kokoh ketika hidupmu sedang goyah. 

Mereka bukan superhero. Mereka hanya manusia biasa dengan kekuatan luar biasa: kehadiran yang menyembuhkan.

1. Si Empati Sejati

Tak semua orang bisa benar-benar memahami rasa sakit orang lain. Banyak yang mendengar, tapi sedikit yang benar-benar mendengarkan. 

Mereka yang memiliki empati sejati adalah anugerah yang jarang. Mereka tak hanya merespons cerita dengan simpati dangkal, tapi ikut masuk ke dalam perasaanmu. 

Mereka memahami tanpa harus dijelaskan panjang lebar. Tatapan mereka hangat, pelukan mereka tulus, dan kehadiran mereka seperti selimut lembut di malam dingin.

Empati bukan sekadar perasaan, tapi keterampilan emosional yang lahir dari kesadaran, sensitivitas, dan keinginan untuk hadir secara utuh bagi orang lain. 

Dalam psikologi, empati dibagi menjadi dua bentuk utama: empati kognitif (memahami pikiran dan perspektif orang lain) dan empati emosional (merasakan apa yang orang lain rasakan). 

Orang dengan empati emosional tinggi biasanya mampu mengurangi perasaan terisolasi dan menciptakan ruang aman untuk proses penyembuhan.

Satu pelukan mereka bisa lebih berarti daripada seribu kata penghiburan kosong. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore