Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 05.44 WIB

Orang yang Menunggu hingga Usia 40 Tahun-an untuk Punya Anak Biasanya Menampilkan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang tua usia 40 tahun-an.  (pexels.com/ArinaKrasnikova) - Image

Ilustrasi orang tua usia 40 tahun-an. (pexels.com/ArinaKrasnikova)

JawaPos.com - Membangun sebuah keluarga, mulai dari mencari pasangan hingga memiliki anak, itu bukan hal yang bisa diputuskan dalam semalam.

Kita harus tahu sosok yang bisa diajak kerja sama untuk membina hubungan ini, terutama soal urusan anak. Baik seorang ayah atau ibu, bukan semata-mata hanya menyiapkan gizi atau biaya lahiran.

Memiliki anak itu perlu pembelajaran yang matang, khususnya soal parenting. Apalagi kita dihadapkan pada perkembangan teknologi yang sangat pesat. Maka dari itu, tidak heran bahwa ada yang menunda hingga bertahun-tahun.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Jumat (18/04), orang yang menunggu hingga usia 40 tahun-an untuk punya anak, biasanya menampilkan 7 perilaku unik ini :

1. Merangkul kesabaran

Kesabaran adalah sebuah kebajikan, dan itu merupakan karakteristik yang sering berlimpah pada mereka yang memilih untuk menjadi orang tua di kemudian hari.

Menjadi orang tua yang tertunda dapat menunjukkan tingkat kesabaran dan toleransi yang lebih tinggi.

Ini bukan hanya dalam hal menunggu waktu yang tepat untuk memulai sebuah keluarga, tetapi juga dalam menghadapi pasang surut yang datang dengan membesarkan anak-anak.

Memiliki apresiasi ini dapat meluas ke pengasuhan juga, di mana pemula yang terlambat sering menunjukkan rasa syukur dan kesabaran yang meningkat terhadap perjalanan pengasuhan mereka.

Kesabaran adalah aset sejati ketika berhadapan dengan angin puyuh yaitu menjadi orang tua yang tugasnya abadi hingga akhir hayat.

2. Stabilitas emosional yang lebih besar

Stabilitas emosional ini adalah sifat umum lainnya di antara mereka yang menunda menjadi orang tua. Seiring bertambahnya usia sering kali muncul pemahaman lebih baik tentang emosi seseorang dan cara mengelolanya.

Kedewasaan ini bisa sangat berharga dalam dunia pengasuhan yang penuh emosi. Psikolog Daniel Goleman pernah berkata, "Pengendalian diri emosional akan menunda kepuasan dan menekan impulsif yang mendasari pencapaian dalam segala hal."

Kontrol diri emosional yang sering menyertai usia yang lebih tua dapat menyebabkan keputusan pengasuhan yang lebih bijaksana dan lingkungan keluarga lebih seimbang.

3. Rasa kepuasan

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore