Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 19.07 WIB

8 Kebiasaan yang Membuatmu Lebih Tenang dan Kalem di Tengah Kekacauan Hidup, Menurut Psikologi

Ilustrasi kebiasaan yang membuat seseorang lebih tenang dan kalem di tengah kekacauan hidup - Image

Ilustrasi kebiasaan yang membuat seseorang lebih tenang dan kalem di tengah kekacauan hidup

JawaPos.com - Dalam hidup, kita tak akan pernah lepas dari tekanan, tuntutan, dan berbagai situasi yang membuat emosi mudah meledak.

Saat dunia terasa terlalu bising, masalah datang bertubi-tubi, dan semua orang di sekitarmu tampak panik, rasanya sulit untuk tetap tenang.

Namun menariknya, menurut psikologi, ada sebagian orang yang justru mampu tetap kalem meski berada di tengah kekacauan hidup.

Mereka tidak hanya terlihat tenang dari luar, tapi juga mampu menjaga kestabilan emosi dan pikiran di dalam.

Rahasianya bukan karena mereka kebal terhadap stres, melainkan karena mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang membantunya untuk menenangkan diri dan mengelola tekanan dengan lebih sehat.

Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Selasa (15/4), berikut merupakan 8 kebiasaan yang membuatmu lebih tenang dan kalem di tengah kekacauan hidup, menurut psikologi.

1. Bernapas dengan penuh kesadaran

Orang yang tetap tenang di tengah kekacauan cenderung punya satu kebiasaan sederhana tapi sangat efektif, yaitu bernapas dengan penuh kesadaran.

Mereka tahu bahwa saat panik, napas menjadi cepat dan dangkal, dan itu membuat pikiran mereka semakin kacau.

Maka dari itu, mereka sengaja menarik napas perlahan selama beberapa hitungan, menahannya sebentar, lalu menghembuskannya lebih lama.

Cara ini bisa mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh aman, sehingga detak jantung melambat dan perasaan akan jadi lebih stabil. Mereka menggunakan napas sebagai alat untuk kembali ke momen saat ini dan menenangkan pikiran yang mulai kacau.

2. Berbicara positif kepada diri sendiri

Di saat orang lain cenderung menyalahkan diri sendiri, orang yang tetap tenang justru menjaga kata-kata yang mereka ucapkan dalam hati.

Mereka sadar bahwa apa yang dikatakan kepada diri sendiri sangat memengaruhi perasaan. Ketika situasi tidak berjalan sesuai harapan, mereka tidak berkata “Aku gagal,” tapi memilih berkata “Ini memang sulit, tapi aku sudah pernah melewati hal yang lebih berat.”

Dengan berbicara seperti ini, mereka menguatkan mental dan menjaga semangat. Lama-lama, kebiasaan berbicara positif ini membuat mereka lebih tahan terhadap tekanan dan tetap berpikiran jernih.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore