Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 22.26 WIB

4 Praktik Sederhana untuk Mengatasi Brain Rot Akibat Sering Melihat Konten-konten di Media Sosial: Apa Saja?

Ilustrasi orang yang kecanduan konten-konten di media sosial.(Unsplash.com/BraydenGaron) - Image

Ilustrasi orang yang kecanduan konten-konten di media sosial.(Unsplash.com/BraydenGaron)

JawaPos.com - Seiring berkembangnya teknologi, terkadang membuat hidup menjadi lebih berwarna karena mudahnya akses hiburan dan berbagai informasi. Tapi perlu disadari bahwa semuanya perlu digunakan secara seimbang agar tidak terjadi brain rot.

Dikutip dari laman Alodokter pada Senin (14/04), brain rot adalah menurunnya kemampuan berpikir karena terlalu sering melihat konten-konten receh di internet, khususnya media sosial. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan kecemasan dan depresi.

Mungkin sulit bagi kita untuk tidak scrolling media sosial saat waktu senggang dan lebih memilih melakukan hal lain yang lebih menyehatkan. Dilansir dari laman Psychology Today pada Senin (14/04), inilah 4 praktik sederhana untuk mengatasi brain rot :

1. Menumbuhkan kesadaran

Mulailah dengan menumbuhkan kesadaran akan kebiasaan digital dan dampaknya terhadap kesejahteraan. Pertumbuhan pribadi, hubungan interpersonal yang lebih dalam, atau pengembangan profesional itu jauh lebih penting.

Gunakan aplikasi atau alat yang melacak waktu layar dan memberikan wawasan tentang pola penggunaan gadget. Tetapkan niat yang jelas untuk interaksi digital agar menyelaraskan dengan tujuan hidup sebenarnya.

2. Apresiasi

Menumbuhkan apresiasi terhadap konten dan pengalaman yang benar-benar memperkaya hidup. Terlibat dengan materi yang membangkitkan emosi positif dan berkontribusi pada kesejahteraan emosional dengan memilih platform yang bermanfaat.

Ikuti kreator, pendidik, dan komunitas yang menginspirasimu. Ungkapkan rasa terima kasih atas konten berharga dan bagikan dengan orang lain untuk menyebarkan hal positif.

3. Penerimaan

Praktikkan penerimaan dengan mengakui pikiran dan perasaan tanpa menghakimi. Pahami bahwa terkadang merasa kewalahan atau terganggu adalah hal yang normal. Saat berinteraksi dengan media sosial, pilih alat yang mendorong pemikiran reflektif dan welas asih diri.

4. Akuntabilitas atau pertanggung jawaban

Minta pertanggung jawaban atas perilaku digital yang kamu lakukan. Sadarilah bahwa kamu memiliki kendali atas bagaimana cara berinteraksi dengan teknologi dan bahwa pilihanmu secara langsung memengaruhi kesehatan mental.

Tipsnya adalah tetapkan batasan untuk waktu layar, seperti jam bebas teknologi yang ditentukan. Gunakan alat yang membantu kamu tetap berpegang pada tujuan Anda, seperti aplikasi yang mengingatkan untuk beristirahat atau membatasi waktu di platform tertentu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore