
seseorang yang lebih memilih hewan peliharaan daripada anak-anak./Freepik.
JawaPos.com - Di zaman modern, semakin banyak anak muda yang memilih untuk memelihara hewan peliharaan seperti anjing, kucing, atau hewan eksotis lainnya, daripada memiliki anak manusia.
Keputusan ini mungkin dianggap tidak lazim oleh generasi yang lebih tua, tapi sebenarnya mencerminkan perubahan nilai, gaya hidup, dan kepribadian yang menarik.
Psikologi modern melihat tren ini bukan sebagai tanda penolakan terhadap tanggung jawab, tetapi sebagai pilihan sadar yang mencerminkan karakter dan kecenderungan unik.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (13/4), terdapat 7 ciri kepribadian yang biasanya dimiliki oleh anak muda yang memilih memelihara hewan peliharaan daripada anak-anak:
1. Memiliki empati yang tinggi, tapi dengan batasan emosional yang sehat
Mereka yang memilih memelihara hewan peliharaan umumnya adalah individu yang sangat peduli terhadap makhluk hidup, tetapi juga menyadari batasan emosional dan energi mereka.
Anak-anak membutuhkan perhatian emosional dan fisik sepanjang waktu, sementara hewan peliharaan memberikan kasih sayang timbal balik dengan kebutuhan yang lebih sederhana dan ritme yang bisa disesuaikan.
Psikologi menyebut ini sebagai bentuk empati selektif—mereka tahu kapan dan kepada siapa energi emosional mereka harus diberikan.
2. Cenderung mandiri dan menyukai otonomi pribadi
Anak muda dalam kategori ini biasanya sangat menghargai kebebasan.
Memiliki anak berarti mengubah prioritas hidup sepenuhnya, tetapi memelihara hewan peliharaan masih memungkinkan mereka memiliki ruang pribadi, mengejar karier, bepergian, atau bahkan sekadar menikmati waktu sendiri.
Mereka bukan anti-anak, tapi lebih menyukai kehidupan yang tetap fleksibel dan terkendali.
3. Punya kecenderungan nurturing (merawat), tapi dalam bentuk yang tidak konvensional
Psikologi perkembangan menyatakan bahwa kebutuhan untuk merawat dan memberi adalah bagian alami dari manusia.
Mereka yang memilih hewan peliharaan tetap memenuhi dorongan itu, hanya dalam bentuk yang lebih non-tradisional.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
