
Ilustrasi masker. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Hidup berdampingan dengan hewan yang bisa menularkan penyakit Zoonosis adalah keniscayaan. Oleh karena itu, mencegah penyakit zoonosis dapat dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini penting untuk menekan risiko penularan penyakit yang berasal dari hewan ke manusia.
Profesor Riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional Masdalina Pane menegaskan bahwa manusia pada dasarnya hidup berdampingan dengan berbagai mikroorganisme seperti virus dan bakteri yang sudah ada sejak lama dalam ekosistem.
“Tentu saja kita berdampingan dengan virus dan dengan bakteri ya, atau mikroorganisme lainnya. Karena mematikan satu jenis mikroorganisme saja itu bisa mengganggu keseimbangan alam kita,” kata Masdalina Pane kepada JawaPos.com, Sabtu (16/5).
Baca Juga:Mewaspadai Penyakit Zoonosis yang Bisa Sebabkan Wabah, Mulai dari Malaria Hingga Hantavirus
Masdalina yang juga menjabat Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia itu menekankan bahwa hidup berdampingan dengan mikroorganisme adalah keniscayaan, sehingga yang terpenting adalah bagaimana manusia mengelola risiko penularannya.
Kurangi Kontak dengan Sumber Penyakit
Masdalina menjelaskan langkah pertama pencegahan penyakit zoonosis adalah mengurangi kontak dengan sumber-sumber penyakit, termasuk hewan pembawa seperti tikus, kecoak, hingga anjing. Hal ini adalah pencegahan paling mendasar.
“Yang harus kita lakukan adalah mengurangi kontak dengan sumber-sumber penyakit tersebut. Kalau tikus, kecoak, hewan-hewan pembawa ya, maka yang harus kita lakukan adalah mengurangi kontak,” ucapnya.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk menjaga lingkungan rumah agar tidak menjadi sarang hewan pembawa penyakit, misalnya dengan menutup akses masuk tikus serta memasang perangkap jika diperlukan.
Terapkan PHBS untuk Cegah Penularan
Langkah kedua yang ditekankan adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut Masdalina, kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap penurunan risiko penyakit zoonosis, terutama yang ditularkan melalui vektor seperti nyamuk.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
