Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 01.41 WIB

Ternyata Bahagia Itu Ilmiah: 8 Kebiasaan yang Meningkatkan Suasana Hati Menurut Neurosains

8 Kebiasaan yang Meningkatkan Suasana Hati Menurut Neurosains - Image

8 Kebiasaan yang Meningkatkan Suasana Hati Menurut Neurosains

JawaPos.com - Kita semua mencari kunci kebahagiaan entah lewat buku, video motivasi, atau tips viral di media sosial.

Tapi pertanyaannya: adakah kebiasaan yang benar-benar terbukti membuat kita lebih bahagia, bukan sekadar euforia sesaat? Jawabannya: ada, dan kabar baiknya, semuanya didukung oleh ilmu saraf.

Sebagai pendiri Hack Spirit dan seseorang yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade meneliti psikologi, kesadaran, dan kebiasaan hidup sehat, saya memutuskan untuk menggali lebih dalam.

Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Kamis, 10 April 2025. berikut delapan kebiasaan yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kebahagiaan Anda secara signifikan bukan hanya dalam jangka pendek, tapi untuk jangka panjang.

1. Berlatih Bersyukur: Merangsang Otak untuk Lebih Positif

Kebiasaan pertama—dan mungkin yang paling sederhana—adalah bersyukur. Anda mungkin sudah sering mendengarnya, tapi mari kita lihat apa kata ilmu saraf.

Menurut Dr. Robert Emmons, salah satu pakar terkemuka di dunia tentang rasa syukur, bersyukur menghalangi emosi-emosi beracun seperti iri dan penyesalan, dua faktor besar yang secara diam-diam merusak kebahagiaan kita.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita rutin menulis hal-hal yang kita syukuri, korteks prefrontal medial—bagian otak yang berperan dalam pembelajaran dan pengambilan keputusan—menjadi lebih aktif. Ini artinya otak kita mulai terlatih untuk mengenali hal-hal positif secara otomatis.

Tips praktis:

Buat jurnal rasa syukur harian. Cukup tulis 3 hal yang Anda syukuri setiap pagi atau malam.

Tidak suka menulis? Luangkan 1-2 menit untuk merenungkan hal-hal baik yang terjadi hari ini—bahkan yang kecil sekalipun.

2. Ayo Bergerak: Olahraga adalah Makanan Otak

Jika Anda masih memisahkan antara "kesehatan fisik" dan "kesehatan mental", inilah saatnya menyatukannya. Menurut Dr. Wendy Suzuki, profesor ilmu saraf dari New York University, olahraga adalah aktivitas paling transformatif bagi otak Anda.

Ketika Anda bergerak—baik lari, menari, atau yoga—dopamin, serotonin, dan endorfin dilepaskan. Ini adalah trio kebahagiaan yang membuat Anda merasa lebih energik, optimis, dan tahan terhadap stres.

Tips praktis:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore