Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 23.31 WIB

7 Kebiasaan Sehari-hari Orang yang Minim Empati, Salah Satunya Memiliki Pengertian Emosional yang Rendah

Ilustrasi orang yang minim empati. (freepik.com/stockking) - Image

Ilustrasi orang yang minim empati. (freepik.com/stockking)

JawaPos.com - Empati merupakan salah satu perilaku yang dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan, bisa menyangkut hubungan, pekerjaan, atau keluarga.

Mengutip dari laman Alodokter pada Sabtu (05/04) empati adalah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan orang lain, melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan juga membayangkan diri sendiri berada di posisi orang tersebut. 

Mungkin ini tantangan juga bagi kita untuk memposisikan diri seperti itu, tapi poin plusnya adalah perilaku tersebut akan membuat orang lain menghargai kita dan terciptanya hubungan yang lebih bermakna.

Namun lain halnya dengan mereka yang minim empati, tidak pernah menghargai apapun dari usaha orang lain dan tidak pernah mau mengerti perasaan orang lain.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Sabtu (05/04) inilah 7 kebiasaan sehari-hari dari orang yang minim empati, di antaranya adalah :

1. Kurangnya pemahaman emosional

Salah satu tanda paling jelas dari seseorang yang kurang empati adalah perjuangan mereka untuk memahami emosi, baik diri sendiri maupun orang lain.

Pemahaman emosional adalah landasan empati. Ini tentang kemampuan untuk mengidentifikasi dan menanggapi bagaimana perasaan orang lain. Itulah yang memungkinkan kita untuk berbagi kegembiraan, menenangkan kesedihan, dan memberikan kenyamanan dalam kesusahan.

Namun, bagi orang yang minim empati ini bisa menjadi tantangan nyata. Mereka mungkin tidak memahami mengapa seseorang kesal, atau mereka mungkin mengabaikan kegembiraan dalam pencapaian seseorang.

2. Kesulitan menunjukkan kasih sayang

Perilaku lain yang sering ditunjukkan oleh orang-orang dengan empati rendah adalah kesulitan yang nyata dalam menunjukkan kasih sayang. 

Jika seseorang tahu cara terbaik untuk berinteraksi dengan individu yang berbeda, pastinya menciptakan komunikasi lebih efektif dan hubungan yang lebih kuat.

3. Perjuangan dengan pengambilan perspektif

Pengambilan perspektif adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan itu membentuk komponen penting dari empati. Itulah yang memungkinkan kita untuk melangkah ke posisi orang lain dan memahami pengalaman dan emosi mereka.

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang mengalami kesulitan dengan empati sering berjuang dengan pengambilan perspektif. Mereka cenderung fokus pada pengalaman sendiri dan merasa sulit untuk mempertimbangkan situasi dari sudut pandang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore