
Ilustrasi orang yang minim empati. (freepik.com/stockking)
JawaPos.com - Empati merupakan salah satu perilaku yang dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan, bisa menyangkut hubungan, pekerjaan, atau keluarga.
Mengutip dari laman Alodokter pada Sabtu (05/04) empati adalah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan orang lain, melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan juga membayangkan diri sendiri berada di posisi orang tersebut.
Mungkin ini tantangan juga bagi kita untuk memposisikan diri seperti itu, tapi poin plusnya adalah perilaku tersebut akan membuat orang lain menghargai kita dan terciptanya hubungan yang lebih bermakna.
Namun lain halnya dengan mereka yang minim empati, tidak pernah menghargai apapun dari usaha orang lain dan tidak pernah mau mengerti perasaan orang lain.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Sabtu (05/04) inilah 7 kebiasaan sehari-hari dari orang yang minim empati, di antaranya adalah :
1. Kurangnya pemahaman emosional
Salah satu tanda paling jelas dari seseorang yang kurang empati adalah perjuangan mereka untuk memahami emosi, baik diri sendiri maupun orang lain.
Pemahaman emosional adalah landasan empati. Ini tentang kemampuan untuk mengidentifikasi dan menanggapi bagaimana perasaan orang lain. Itulah yang memungkinkan kita untuk berbagi kegembiraan, menenangkan kesedihan, dan memberikan kenyamanan dalam kesusahan.
Namun, bagi orang yang minim empati ini bisa menjadi tantangan nyata. Mereka mungkin tidak memahami mengapa seseorang kesal, atau mereka mungkin mengabaikan kegembiraan dalam pencapaian seseorang.
2. Kesulitan menunjukkan kasih sayang
Perilaku lain yang sering ditunjukkan oleh orang-orang dengan empati rendah adalah kesulitan yang nyata dalam menunjukkan kasih sayang.
Jika seseorang tahu cara terbaik untuk berinteraksi dengan individu yang berbeda, pastinya menciptakan komunikasi lebih efektif dan hubungan yang lebih kuat.
3. Perjuangan dengan pengambilan perspektif
Pengambilan perspektif adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, dan itu membentuk komponen penting dari empati. Itulah yang memungkinkan kita untuk melangkah ke posisi orang lain dan memahami pengalaman dan emosi mereka.
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang mengalami kesulitan dengan empati sering berjuang dengan pengambilan perspektif. Mereka cenderung fokus pada pengalaman sendiri dan merasa sulit untuk mempertimbangkan situasi dari sudut pandang lain.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
