Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 April 2025 | 01.09 WIB

Psikologi Ungkap 7 Kebiasaan Malam Orang yang Sering Overthinking Sebelum Tidur, Kenali Juga Cara Mengatasinya

Ilustrasi orang yang overthinking pada malam hari (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang overthinking pada malam hari (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Apakah pikiran Anda dipenuhi dengan berbagai pikiran begitu kepala Anda menyentuh bantal? Anda tidak sendirian.

Overthinking sebelum tidur adalah hal yang umum, dan psikologi memiliki beberapa wawasan menarik mengenai kebiasaan malam hari dari mereka yang sering mengalami kesulitan ini.

Dalam artikel ini, kamu telah merangkum tujuh kebiasaan yang sering dilakukan orang yang overthinking sebelum tidur, dilansir dari laman Hack Spirit, Kamis (3/4).

1. Penundaan Waktu Tidur

Ini mungkin terdengar familiar, Anda terus menunda tidur, bahkan saat Anda lelah. Fenomena ini, yang dikenal sebagai penundaan waktu tidur, merupakan kebiasaan umum di antara orang yang suka overthinking.

Hal ini terjadi karena pikiran untuk menyendiri dengan pikiran kita bisa sangat menakutkan. Berpikir berlebihan dapat mengubah masa sebelum tidur yang biasanya damai menjadi masa stres dan cemas.

Untuk menghindarinya, kita akhirnya begadang, mengalihkan perhatian dengan acara TV, menggulir media sosial, atau bahkan mengerjakan tugas hingga larut malam.

Hal ini hanya menunda hal yang tidak dapat dihindari dan sering kali menyebabkan pola tidur terganggu. Mengenali pola ini adalah langkah pertama untuk mengatasinya.

2. Menganalisis secara Berlebihan Kejadian Hari Itu

Sebuah kebiasaan yang cukup umum di antara kita yang suka berpikir berlebihan di malam hari, adalah membedah dan menganalisis setiap kejadian di hari itu sebelum tidur.

Apakah saya mengatakan hal yang benar pada pertemuan itu? Apakah saya dapat menangani diskusi itu dengan teman saya dengan lebih baik? Ini adalah jenis pertanyaan yang mulai membanjiri pikiran mereka begitu mereka berbaring di tempat tidur.

Rasanya seperti otak kita memutuskan untuk memutar ulang kejadian seharian penuh, mencari hal-hal yang seharusnya bisa kita lakukan secara berbeda. Masalahnya, tinjauan mental ini sering kali berputar menjadi pusaran 'bagaimana jika' dan 'seharusnya', sehingga menyulitkan untuk mematikan diri dan tidur.

Meskipun refleksi itu penting, penting juga untuk mengetahui kapan harus berhenti. Tidak semua hal perlu dianalisis dan tidak semua percakapan memerlukan post-mortem. Terkadang, tidak apa-apa membiarkan semuanya berjalan apa adanya.

3. Membuat Skenario Hipotetis

Orang yang suka overthinking sering kali punya bakat menciptakan skenario hipotetis. Begitu lampu padam, pikiran mereka mulai merangkai cerita rumit tentang situasi yang belum terjadi, dan mungkin tidak akan pernah terjadi sama sekali.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore