
Sisi Positif Memiliki Ruangan Berantakan (Pexels)
JawaPos.com – Bekerja di ruangan rapi cenderung dikaitkan dengan hidup yang teratur. Tapi bukan artinya apabila kamu lebih nyaman melakukan pekerjaan di lingkungan berantakan bisa langsung dicap negatif.
Kenyataannya, apabila kamu suka melakukan suatu hal seperti pekerjaan di ruangan berantakan, menurut psikologi hal ini memiliki sisi positif.
Seperti yang dilansir dari laman Verywell Mind, Kathleen Vohs dan rekan-rekannya melakukan sebuah studi dengan menghadirkan eksperimen tentang psikologi kekacauan.
Secara garis besar, studi tersebut menjelaskan bahwa memiliki ruang berantakan dapat membawa beberapa keuntungan. Agar lebih jelas, simak penjelasan hasil penelitian psikologi berikut ini.
1. Meningkatkan Kreativitas
Peneliti menemukan, ruangan berantakan memungkinan seseorang membebaskan diri dari norma sosial dan ekspektasi. Hal ini lah yang lantas mendorong kreativitas muncul.
Pernyataan ini berdasarkan dari studi yang melibatkan peserta, dimana mereka diminta menyelesaikan sebuah tugas menemukan penggunaan baru bola pingpong. Sebagian peserta ditempatkan pada ruangan rapi, dan sebagian lainnya di ruang sebaliknya.
Menurut penilai independen, peserta di ruangan berantakan cenderung menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif.
2. Bersemangat Mencoba Hal Baru
Sebuah studi lain yang dijelaskan oleh Vohs juga menemukan fakta positif terkait ruangan berantakan. Peserta yang ditempatkan pada ruangan tak rapi mampu menyelesaikan teka-teki otak lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang berada di ruangan rapi atau teratur.
Uniknya, Albert Einstein dengan segala pemikiran kreatif dan sangat cerdas, juga terkenal dengan mejanya yang berantakan.
Adapun Vohs dan rekan-rekan peneliti pun pernah melakukan sebuah eksperimen, yang mana peserta secara acak diminta masuk ke ruangan berbeda. Tentunya salah satu ruangan berantakan, dan satu lainnya cukup rapi.
Para peserta disuguhkan smoothie dengan label ‘klasik’ dan label ‘baru’. Hasil menunjukan, orang-orang di ruangan rapi cenderung memilih label ‘klasik’, sementara mereka yang berada di ruangan berantakan lebih memilih label ‘baru’.
Intinya, orang yang berada di lingkungan teratur lebih suka memilih hal-hal konvensional, dan sebaliknya. Orang yang berada di ruangan cukup berantakan menyukai hal-hal baru.
3. Tidak Selalu Orang dengan Ruangan Berantakan Akan Menjadi Lebih Kreatif

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
