Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 April 2025 | 04.11 WIB

7 Sifat Kelemahan Orang yang Mudah Terpengaruh oleh Setiap Hal yang Ada di Media Sosial, Kamu Termasuk?

Ilustrasi orang yang mudah terpengaruh media sosial (Do. Freepik)

JawaPos.com - Berbagai informasi dapat kita temukan di media sosial, mulai dari tren fashion, makanan viral, berita terbaru, hingga update kehidupan orang-orang sekitar.

Media sosial menjadikan kita terhubung kapan pun dan di mana pun, tapi terkadang membuat otak kelelahan karena menampung banyak informasi jika tidak dikendalikan dengan baik.

Orang yang mudah terpengaruh oleh setiap hal yang ada di media sosial, biasanya memiliki 7 sifat kelemahan ini, dilansir dari laman Global English Editing pada Selasa (01/04).

1. Bersifat FOMO atau Takut Ketinggalan

Menurut psikolog, FOMO adalah sifat umum di antara orang-orang yang mudah dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di media sosial. Aliran pembaruan, berita, dan acara yang konstan dapat membuat siapa pun merasa kehilangan sesuatu jika mereka tidak online sepanjang waktu.

Ketakutan ini mendorong orang untuk terus-menerus memeriksa umpan media sosial dan dapat membuat mereka rentan terhadap pengaruh dari apa yang mereka lihat di sana.

2. Harga Diri Rendah

Sifat lain yang membuat orang lebih rentan terhadap pengaruh media sosial adalah harga diri yang rendah. Ini sulit untuk diakui, tetapi itu adalah sesuatu yang telah diperjuangkan di masa lalu.

Kita sering menelusuri Instagram dan melihat kehidupan semua orang yang tampaknya sempurna, dan itu membuat kita merasa rendah diri dan merasa tidak bisa seperti mereka.

Penelitian telah menemukan bahwa ini adalah pola umum di antara orang-orang dengan harga diri rendah. Mereka lebih cenderung membandingkan diri dengan orang lain dan mencari validasi secara online, lalu membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh media sosial.

Jadi ingat, umpan media sosial semua orang adalah sorotan. Itu tidak mewakili seluruh kehidupan mereka, dan hanya bagian terbaiknya. Lalu kamu selalu cukup apa adanya tanpa perlu mengikuti standar orang lain.

3. Perlu Persetujuan

Ketika kita memposting sesuatu di media sosial, sering menunggu suka, komentar, dan berbagi. Setiap pemberitahuan memberi kita dorongan dopamin kecil untuk memperkuat perilaku yang mendambakan lebih banyak validasi virtual ini.

Kita sering mencoba memvalidasi diri sendiri dengan mencerminkan apa yang populer atau sedang tren di media sosial. Kita jatuh ke dalam perangkap berpikir bahwa jika kita bisa mendapatkan lebih banyak suka atau pengikut, akan merasa lebih bahagia atau lebih puas.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore