Ilustrasi orang yang mudah terpengaruh media sosial (Do. Freepik)
JawaPos.com - Berbagai informasi dapat kita temukan di media sosial, mulai dari tren fashion, makanan viral, berita terbaru, hingga update kehidupan orang-orang sekitar.
Media sosial menjadikan kita terhubung kapan pun dan di mana pun, tapi terkadang membuat otak kelelahan karena menampung banyak informasi jika tidak dikendalikan dengan baik.
Orang yang mudah terpengaruh oleh setiap hal yang ada di media sosial, biasanya memiliki 7 sifat kelemahan ini, dilansir dari laman Global English Editing pada Selasa (01/04).
1. Bersifat FOMO atau Takut Ketinggalan
Menurut psikolog, FOMO adalah sifat umum di antara orang-orang yang mudah dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di media sosial. Aliran pembaruan, berita, dan acara yang konstan dapat membuat siapa pun merasa kehilangan sesuatu jika mereka tidak online sepanjang waktu.
Ketakutan ini mendorong orang untuk terus-menerus memeriksa umpan media sosial dan dapat membuat mereka rentan terhadap pengaruh dari apa yang mereka lihat di sana.
2. Harga Diri Rendah
Sifat lain yang membuat orang lebih rentan terhadap pengaruh media sosial adalah harga diri yang rendah. Ini sulit untuk diakui, tetapi itu adalah sesuatu yang telah diperjuangkan di masa lalu.
Kita sering menelusuri Instagram dan melihat kehidupan semua orang yang tampaknya sempurna, dan itu membuat kita merasa rendah diri dan merasa tidak bisa seperti mereka.
Penelitian telah menemukan bahwa ini adalah pola umum di antara orang-orang dengan harga diri rendah. Mereka lebih cenderung membandingkan diri dengan orang lain dan mencari validasi secara online, lalu membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh media sosial.
Jadi ingat, umpan media sosial semua orang adalah sorotan. Itu tidak mewakili seluruh kehidupan mereka, dan hanya bagian terbaiknya. Lalu kamu selalu cukup apa adanya tanpa perlu mengikuti standar orang lain.
3. Perlu Persetujuan
Ketika kita memposting sesuatu di media sosial, sering menunggu suka, komentar, dan berbagi. Setiap pemberitahuan memberi kita dorongan dopamin kecil untuk memperkuat perilaku yang mendambakan lebih banyak validasi virtual ini.
Kita sering mencoba memvalidasi diri sendiri dengan mencerminkan apa yang populer atau sedang tren di media sosial. Kita jatuh ke dalam perangkap berpikir bahwa jika kita bisa mendapatkan lebih banyak suka atau pengikut, akan merasa lebih bahagia atau lebih puas.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
