Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Maret 2025 | 00.28 WIB

Gengsinya Tinggi, 8 Perilaku Halus Orang yang Lebih Mementingkan Reputasi daripada Bersikap Jujur

Ilustrasi orang yang lebih mementingkan reputasi daripada bersikap jujur. (freepik/ pressfoto) - Image

Ilustrasi orang yang lebih mementingkan reputasi daripada bersikap jujur. (freepik/ pressfoto)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan orang-orang yang tampaknya memiliki kepribadian menarik dan citra yang sempurna.

Mereka selalu berusaha terlihat baik di mata orang lain, berbicara dengan kata-kata yang manis, dan tampak tak pernah berbuat salah.

Namun, jika diamati lebih dalam, ada sebagian dari mereka yang sebenarnya lebih mementingkan bagaimana mereka dipandang oleh orang lain daripada berpegang teguh pada kejujuran dan integritas.

Perilaku seperti ini memang tidak selalu tampak jelas, karena sering kali dilakukan secara halus dan tanpa disadari oleh orang di sekitarnya.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Senin (24/3), berikut merupakan 8 perilaku halus orang yang lebih mementingkan reputasi daripada bersikap jujur.

1. Cepat Mengklaim Keberhasilan, Tapi Lambat Mengakui Kesalahan

Orang yang lebih mementingkan reputasi daripada bersikap jujur cenderung selalu ingin dikaitkan dengan kesuksesan, tetapi tidak mau bertanggung jawab atas kegagalan.

Saat timnya mencapai suatu pencapaian, mereka akan cepat mengklaim kontribusi mereka, bahkan jika peran mereka sebenarnya kecil.

Sebaliknya, ketika terjadi kesalahan, mereka akan mencari cara untuk menghindari tanggung jawab, baik dengan menghilang, mencari alasan, atau menyalahkan orang lain.

Sikap ini menunjukkan bahwa mereka lebih memilih menjaga citra baiknya di mata orang lain daripada bersikap jujur dan bertanggung jawab.

2. Mengubah Pendapat Agar Sesuai dengan Lingkungan

Orang yang lebih mementingkan reputasi daripada bersikap jujur cenderung mudah mengubah pendapatnya hanya demi diterima oleh orang lain.

Mereka tidak memiliki pendirian yang kuat dan akan menyesuaikan opini mereka agar sesuai dengan kelompok yang sedang mereka hadapi.

Bukan karena mereka benar-benar ingin belajar atau berkembang, melainkan karena mereka takut dicap berbeda atau tidak disukai.

Sikap ini menunjukkan bahwa mereka lebih peduli dengan bagaimana mereka terlihat di mata orang lain daripada mempertahankan nilai dan prinsip yang sebenarnya mereka yakini.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore