Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 02.45 WIB

7 Frasa Ini Sering Digunakan Oleh Orang yang Kurang Memiliki Kecerdasan Emosional atau Empati

Ilustrasi orang yang kurang memiliki kecerdasan emosional. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang kurang memiliki kecerdasan emosional. (Freepik)

JawaPos.com – Terdapat perbedaan besar antara orang yang memiliki kecerdasan emosional dan yang tidak. Orang dengan kecerdasan emosional yang rendah seringkali berbicara tanpa mempertimbangkan dampak dari kata-katanya.

Dilansir dari Small Business Bonfire, ketika orang cerdas secara emosional, mereka akan berhati-hati dalam memilih kata-kata yang diucapkan dan mampu menumbuhkan perasaan positif dan rasa hormat.

Namun, orang yang tidak memiliki kecerdasan emosional, perkataan mereka dapat menunjukkan demikian. Berikut adalah tujuh frasa yang sering digunakan orang orang yang kurang dalam kecerdasan emosional.

1. “Tenanglah”

Dalam hal komunikasi, terkadang orang yang menggunakan frasa “tenanglah” seringkali terdengar menjengkelkan dan meremehkan. Ini karena orang yang memiliki kecerdasan emosional seringkali memahami perasaan dan emosi orang lain.

Namun, frasa ini seringkali menunjukkan kurangnya pemahaman tentang perasaan atau pengalaman yang dialami oleh orang lain. Alih-alih membangun dialog yang terbuka mengenai perasaan orang lain, mereka cenderung tertutup dan mengabaikannya.

Mengenali hal ini adalah langkah awal untuk membangun pertumbuhan pribadi dan komunikasi, bukan untuk menilai seseorang secara sepihak tanpa mempertimbangkan kesan tersembunyi yang tidak ditunjukkan oleh orang lain.

2. “Aku tahu itu akan terjadi”

Kita mungkin pernah bertemu dengan orang yang selalu mencoba meramalkan sebuah kejadian atau hasil yang dialami orang lain. Mereka biasanya menggunakan frasa “aku tahu ini akan terjadi” setelah kejadian.

Mereka secara tidak sadar mungkin ingin menunjukkan kepintaran atau pandangan ke depan dengan kalimat ini. Namun kenyataanya, mereka hanya akan menunjukkan kurangnya kecerdasan emosional.

Ini karena frasa tersebut dapat dianggap meremehkan atau sok tahu, sehingga membuat orang lain merasa rendah diri atau kurang berpengetahuan. Ini bukan berarti kita dapat menghakimi mereka, tetapi sebagai langkah untuk belajar dan tumbuh menjadi lebih baik.

3. “Itu bukan salahku”

Jika seseorang sering menggunakan frasa “ini bukan salahku”, itu bisa menjadi tanda bahwa kecerdasan emosional yang rendah. Frasa ini seperti pernyataan defensif yang mengalihkan kesalahan diri sendiri kepada orang lain atau keadaan.

Orang yang cerdas secara emosional akan bertanggung jawab atas tindakan dan konsekuensinya, baik positif atau negatif. Mereka memahami bahwa tidak masalah untuk mengakui kesalahan, dan belajar untuk memperbaikinya.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering menyalahkan orang lain daripada bertanggung jawab akan lebih mudah merasa cemas dan depresi. Ini karena kecerdasan emosional tidak hanya untuk membangun hubungan, tetapi juga kesehatan mental.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore