Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 21.57 WIB

Mengapa Merasa Terkekang saat Diminta Melakukan Sesuatu? Ini Penjelasan Ilmiah tentang Reaktansi Psikologis

Ilustrasi merasa terkekang saat diminta melakukan sesuatu. (Freepik) - Image

Ilustrasi merasa terkekang saat diminta melakukan sesuatu. (Freepik)

JawaPos.com – Ketika seseorang meminta untuk melakukan sesuatu, sering kali respons yang muncul bukan rasa terima kasih, melainkan ketidaknyamanan. Perasaan ini berhubungan dengan reaksi psikologis alami yang terjadi saat kebebasan terasa terancam.

Reaktansi psikologis merupakan respons mental terhadap ancaman terhadap kebebasan pribadi. Situasi ini muncul saat seseorang merasa didikte dalam mengambil keputusan atau menjalani tindakan tertentu.

Mengetahui alasan munculnya reaktansi membantu dalam mengelola emosi dan interaksi sosial. Pemahaman ini juga berguna dalam komunikasi, terutama dalam menyampaikan saran tanpa menimbulkan perlawanan.

Berikut adalah alasan mengapa merasa terkekang saat diminta melakukan sesuatu, ini penjelasan ilmiah tentang reaktansi psikologis dilansir dari laman Psychologytoday oleh JawaPos.com, Sabtu (22/3):

1. Respons Otak Terhadap Ancaman

Otak bereaksi terhadap ancaman kebebasan dengan menghasilkan emosi negatif. Area dalam otak yang bertanggung jawab atas perasaan marah dan stres menjadi lebih aktif.

Aktivasi ini memicu perasaan tidak nyaman dan dorongan untuk menolak arahan yang diberikan. Ketika seseorang merasa dipaksa, muncul perasaan kehilangan kendali terhadap keputusan pribadi.

Akibatnya, reaksi emosional sering kali lebih kuat daripada alasan logis yang mendasarinya. Inilah sebabnya mengapa perasaan terkekang bisa menimbulkan ketidakpuasan yang kuat terhadap suatu saran.

2. Pikiran Negatif dan Perasaan Marah

Saat reaktansi terjadi, muncul pikiran yang cenderung menolak arahan. Respons ini bisa berupa perasaan defensif terhadap saran yang diberikan, meskipun niatnya baik.

Orang yang mengalami reaktansi sering kali merasa marah atau tersinggung tanpa alasan yang jelas. Rasa marah ini berfungsi sebagai mekanisme perlindungan terhadap kebebasan yang terasa terancam.

Dalam beberapa kasus, emosi ini bisa berubah menjadi tindakan agresif, baik secara verbal maupun nonverbal. Oleh karena itu, memahami penyebab munculnya emosi negatif ini penting untuk mengatasinya.

3. Bentuk-Bentuk Reaktansi Berbeda

Reaktansi bisa muncul dalam berbagai bentuk tergantung pada konteksnya. Salah satu bentuknya adalah "pemulihan langsung," di mana seseorang sengaja melakukan kebalikan dari arahan yang diberikan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore