Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2025, 21.33 WIB

8 Tanda Workaholic: Orang Gila Kerja Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang sudah diremehkan di tempat kerja. - Image

Ilustrasi orang yang sudah diremehkan di tempat kerja.

JawaPos.com – Dalam dunia psikologi, istilah workaholic atau orang gila kerja merujuk pada individu yang memiliki kecenderungan bekerja secara berlebihan hingga mengabaikan aspek penting lain dalam hidupnya, seperti kesehatan, keluarga, bahkan kehidupan sosial.

Kepribadian seperti ini sering kali terjebak dalam lingkaran ambisi yang tak berujung, seolah merasa hidupnya hanya akan berarti jika terus-menerus bekerja dan mengejar target tanpa henti.

Psikologi memandang workaholic bukan sekadar rajin bekerja, tetapi sudah masuk pada fase perilaku kompulsif yang dipicu oleh kebutuhan emosional untuk merasa berharga lewat pekerjaan.

Tanpa disadari, orang yang gila kerja justru berisiko mengalami stres berkepanjangan, kelelahan mental, dan kehilangan makna hidup.

Ada beberapa tanda yang bisa dikenali untuk mengetahui apakah seseorang termasuk dalam kepribadian workaholic menurut psikologi, yang kerap kali sulit membedakan antara bekerja keras dengan terobsesi pada pekerjaan.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (18/3), diterangkan bahwa terdapat delapan tanda workaholic orang gila kerja menurut psikologi.

1. Memuja budaya sibuk namun diam-diam mendambakan waktu luang

Bagi sebagian orang, “kerja keras tanpa henti” bukan sekadar frasa, tetapi telah menjadi semacam mantra kehidupan.

Mereka secara terbuka membagikan kutipan-kutipan motivasi tentang kesibukan di media sosial, dengan bangga menganut filosofi “tim tanpa tidur” dan terus-menerus membicarakan betapa banyaknya beban tanggung jawab yang mereka pikul.

Di balik sikap pamer tersebut, banyak dari mereka yang sebenarnya mengakui bahwa mereka lebih menginginkan jadwal yang lebih santai namun tetap terbelenggu oleh rasa bersalah setiap kali mereka tidak sedang produktif.

Mereka mengimbangi perasaan ini dengan meyakinkan diri sendiri dan orang lain bahwa bekerja tanpa henti adalah sesuatu yang mulia atau bahkan mempesona.

Beberapa dari mereka bahkan membanggakan kegiatan bekerja saat liburan, seolah-olah itu adalah tanda kehormatan yang patut dirayakan.

Kenyataannya, mereka kembali dari apa yang disebut “liburan” tersebut dalam keadaan lebih tertekan dibandingkan sebelumnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore