
Ilustrasi kehilangan orang tua usia dini (freepik)
JawaPos.com - Kehilangan orang tua di usia dini adalah pengalaman yang mengubah hidup seorang anak secara mendalam.
Tidak hanya kehilangan sosok pelindung dan pengasuh, tetapi juga kehilangan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan mereka.
Anak-anak yang mengalami kehilangan ini sering menghadapi tantangan emosional, psikologis, dan sosial yang signifikan, yang dapat memengaruhi cara mereka beradaptasi dengan kehidupan di masa dewasa.
Banyak penelitian telah mengungkap bahwa kehilangan orang tua pada usia muda dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, dan bahkan masalah kesehatan fisik.
Namun, di balik kesedihan yang mendalam, ada juga peluang bagi anak-anak untuk membangun ketahanan dan menemukan makna dalam pengalaman mereka.
Artikel ini akan membahas berbagai dampak kehilangan orang tua di usia dini dan bagaimana anak-anak dapat menghadapinya untuk tetap berkembang yang dilansir dari psychologytoday pada Rabu (12/03).
1. Dampak Emosional yang Berkepanjangan
Anak-anak yang kehilangan orang tua sering mengalami berbagai emosi yang kompleks, mulai dari kesedihan mendalam hingga perasaan kebingungan.
Mereka mungkin mengalami perasaan penolakan dan kesepian, terutama jika lingkungan sekitar tidak memahami cara mendukung mereka dengan baik.
Kesedihan yang dialami anak-anak sering kali berulang pada berbagai tahap kehidupan mereka.
Saat melihat teman sebaya memiliki orang tua yang mendukung mereka, anak-anak ini bisa merasa terasing.
Selain itu, peristiwa besar seperti kelulusan atau pernikahan sering kali memicu kesedihan mendalam karena mereka tidak bisa berbagi momen tersebut dengan orang tua mereka.
Beberapa anak mungkin juga mengalami rasa bersalah, terutama jika mereka masih terlalu muda untuk memahami konsep kematian.
Mereka bisa merasa bertanggung jawab atas kepergian orang tua mereka atau berpikir bahwa ada sesuatu yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya.
Oleh karena itu, penting bagi orang-orang di sekitar anak yang berduka untuk membantu mereka mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
