Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 15.45 WIB

8 Perilaku yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan dan Biasa Saja, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang terlihat membosankan dan biasa saja. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang terlihat membosankan dan biasa saja. (Freepik)

JawaPos.com - Beberapa orang tampak memikat dan mudah diingat, sementara yang lain justru terlihat biasa saja dan cenderung terlupakan. Apa yang membedakan keduanya? Menurut psikologi, ada perilaku tertentu yang tanpa disadari membuat seseorang terlihat membosankan.

Kabar baiknya, kebiasaan ini bukan sesuatu yang permanen. Setelah menyadarinya, kamu bisa mengubahnya dan menjadi pribadi yang lebih menarik di mata orang lain.

Dilansir dari Blog Herald pada Sabtu (8/3), berikut delapan perilaku yang bisa membuatmu terlihat membosankan dan biasa saja menurut psikologi:

1. Hanya Membicarakan Diri Sendiri
Berbagi pengalaman memang menyenangkan, tetapi jika setiap obrolan selalu berpusat pada dirimu, orang lain bisa kehilangan minat dengan cepat.

Psikologi menunjukkan bahwa salah satu cara paling efektif membangun koneksi adalah dengan menunjukkan ketertarikan tulus pada orang lain. Jika kamu terlalu sering membahas pencapaian atau pemikiran pribadimu, kamu bisa terlihat egois dan kurang menarik.

Cobalah untuk lebih banyak bertanya, mendengarkan dengan aktif, dan tunjukkan minat pada cerita orang lain. Perubahan sederhana ini bisa membuatmu lebih menyenangkan di mata mereka.

2. Tidak Menunjukkan Antusiasme
Seseorang yang tidak pernah menunjukkan antusiasme cenderung sulit membangun koneksi emosional. Ketika kamu terlihat datar terhadap segala sesuatu—baik itu pekerjaan, acara, atau hobi—orang lain akan merasa sulit untuk merasa tertarik padamu.

Emosi bersifat menular. Jika kamu menunjukkan semangat atau rasa ingin tahu, orang lain lebih mungkin merespons dengan energi yang sama. Tidak perlu berlebihan, cukup tunjukkan antusiasme yang tulus terhadap sesuatu yang kamu sukai.

3. Memberikan Jawaban Pendek dan Umum
Respon yang terlalu singkat seperti "baik" atau "lumayan" bisa mematikan alur percakapan. Jawaban yang dangkal membuat interaksi terasa kaku dan sulit berkembang.

Riset menunjukkan bahwa percakapan yang mendalam lebih berpengaruh terhadap kebahagiaan daripada sekadar basa-basi. Cobalah untuk memberikan detail tambahan atau cerita kecil saat menjawab pertanyaan.

Misalnya, jika seseorang bertanya tentang akhir pekanmu, jangan hanya mengatakan "biasa saja." Sebutkan hal menarik yang kamu lakukan atau kejadian lucu yang dialami.

4. Menghindari Kontak Mata
Kontak mata adalah salah satu isyarat nonverbal paling kuat dalam komunikasi. Ketika kamu menghindari tatapan orang lain, bisa muncul kesan bahwa kamu tidak tertarik atau bahkan tidak dapat dipercaya.

Studi menunjukkan bahwa menjaga kontak mata dapat meningkatkan rasa percaya dan kedekatan emosional. Usahakan untuk menjaga kontak mata secara alami selama percakapan, tanpa terlihat menatap secara berlebihan.

5. Tidak Pernah Mengungkapkan Pendapat
Selalu setuju atau bersikap netral mungkin terasa aman, tetapi bisa membuatmu terlihat membosankan dan kurang berkarakter.

Orang lebih mudah terhubung dengan individu yang memiliki pandangan dan opini sendiri. Kamu tidak perlu bersikap konfrontatif, cukup berani mengutarakan pendapat tentang topik ringan seperti film atau buku terbaru.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore