Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 17.45 WIB

Laki-Laki yang Selalu Selingkuh dari Pasangannya Biasaanya Karena Sering Mengalami 6 Pengalaman Ini di Masa Kecilnya

 

Ilustrasi laki-laki yang selalu selingkuh dari pasangannya (freepik)

JawaPos.com - Dalam dunia psikologi hubungan, banyak orang bertanya-tanya mengapa ada pria yang selalu mengkhianati pasangannya, meskipun hubungan mereka tampak baik-baik saja. Ternyata, pola perselingkuhan ini tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil yang membentuk cara seseorang menjalin hubungan di masa dewasa. Faktor seperti pola asuh yang tidak konsisten, trauma emosional, hingga kurangnya komunikasi terbuka di masa kecil bisa berkontribusi terhadap kebiasaan buruk dalam sebuah hubungan.

Banyak penelitian mengungkapkan bahwa pengalaman masa kecil dapat membentuk cara seseorang memandang komitmen dan kesetiaan dalam hubungan. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak stabil, sering melihat perselingkuhan, atau memiliki pengalaman traumatis tertentu bisa membawa pola tersebut ke dalam hubungan mereka di kemudian hari. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita bisa lebih menyadari pola yang terjadi dan mencari cara untuk mengatasinya agar tidak berdampak negatif pada hubungan jangka panjang.

Dilansir dari laman DM News, Kamis (06/03), berikut adalah enam pengalaman masa kecil yang sering membuat pria cenderung selingkuh dalam hubungan mereka:

1. Tumbuh dalam Lingkungan dengan Dukungan Emosional yang Tidak Konsisten

Seorang anak yang tumbuh di lingkungan di mana kasih sayang datang dan pergi tanpa pola yang jelas cenderung memiliki ketakutan akan penolakan. Mereka terbiasa mencari validasi secara terus-menerus, dan dalam hubungan dewasa, hal ini bisa berubah menjadi kebiasaan mencari perhatian dari banyak pasangan. Tidak selalu tentang nafsu, tetapi lebih kepada mengejar perasaan diterima dan dicintai.

Menurut Very Well Mind, anak-anak yang mengalami pola kasih sayang yang tidak stabil sering mengembangkan attachment style yang cemas, di mana mereka kesulitan merasa aman dalam sebuah hubungan. Ketika pasangan mereka tidak memberikan perhatian yang cukup, mereka mungkin mencari kenyamanan dari orang lain, yang bisa berujung pada perselingkuhan.

2. Melihat Orang Tua Berselingkuh atau Memiliki Hubungan Tidak Stabil

Anak-anak tidak hanya belajar dari kata-kata, tetapi juga dari tindakan orang tua mereka. Jika seorang anak sering menyaksikan ayah atau ibunya berselingkuh, ia bisa tumbuh dengan keyakinan bahwa perselingkuhan adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan.

Bahkan jika orang tua mencoba menyembunyikan perselingkuhan mereka, anak-anak tetap bisa merasakan perubahan suasana dalam rumah tangga, seperti ketegangan, perdebatan diam-diam, atau hilangnya salah satu orang tua untuk waktu yang lama. Tanpa disadari, mereka membawa pola ini ke dalam hubungan mereka sendiri, menganggap bahwa kesetiaan bukanlah sesuatu yang mutlak.

3. Memiliki Sifat People-Pleasing yang Berlebihan

Beberapa pria berselingkuh bukan karena mereka sengaja ingin mengkhianati pasangannya, tetapi karena mereka kesulitan mengatakan "tidak" pada orang lain. Mereka mungkin terbiasa menyenangkan orang lain sejak kecil, terutama jika mereka tumbuh dalam lingkungan di mana cinta dan perhatian harus "diperoleh" dengan memenuhi harapan orang tua.

Ketika dewasa, mereka mungkin merasa sulit menolak perhatian dari wanita lain karena takut mengecewakan atau menolak seseorang. Pada akhirnya, mereka terjebak dalam situasi yang bisa merusak hubungan mereka sendiri.

4. Kurangnya Kemampuan untuk Berkomunikasi Secara Terbuka

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore