Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Februari 2026 | 20.01 WIB

Orang yang Selalu Datang 10 Menit Lebih Awal Alih-alih Tepat Waktu Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang datang 10 menit lebih awal


JawaPs.com - Datang tepat waktu sering dianggap sebagai bentuk sopan santun. Namun, ada tipe orang yang hampir selalu datang lebih awal—sekitar 10 menit sebelum waktu yang disepakati. Bagi sebagian orang, ini terlihat sepele. Tapi menurut berbagai teori dalam dunia psikologi, kebiasaan ini sering kali mencerminkan pola kepribadian yang lebih dalam.

Dilansir dari Silicon Canals pada Jumat (27/2),, tokoh seperti Carl Gustav Jung dan Sigmund Freud pernah menekankan bahwa kebiasaan kecil dan berulang sering menjadi “jendela” untuk memahami struktur kepribadian seseorang.

Lalu, apa saja ciri yang biasanya dimiliki orang yang selalu datang 10 menit lebih awal?


1. Sangat Menghargai Waktu

Bagi mereka, waktu adalah aset berharga. Datang lebih awal bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk penghormatan terhadap waktu orang lain dan diri sendiri. Mereka cenderung merasa tidak nyaman jika membuat orang lain menunggu.

Dalam psikologi sosial, ini berkaitan dengan kesadaran sosial dan empati—mereka memahami bahwa keterlambatan bisa berdampak pada orang lain.

2. Tingkat Kehati-hatian yang Tinggi

Orang yang datang lebih awal biasanya sudah memperhitungkan berbagai kemungkinan: macet, kesalahan alamat, atau hal tak terduga lainnya. Ini menunjukkan sifat anticipatory thinking—kemampuan memikirkan risiko sebelum terjadi.

Mereka tidak suka terburu-buru dan lebih memilih memiliki “ruang aman” sebelum agenda dimulai.

Dalam model kepribadian Big Five yang dikembangkan oleh Lewis Goldberg, ada dimensi yang disebut conscientiousness (ketelitian/kedisiplinan). Orang dengan skor tinggi pada dimensi ini cenderung:

Terorganisir

Bertanggung jawab

Konsisten

Berorientasi pada tujuan

Datang 10 menit lebih awal sering menjadi cerminan kuat dari dimensi ini.

4. Mengalami Sedikit Kecemasan terhadap Keterlambatan

Sebagian dari mereka memiliki kecemasan ringan jika membayangkan datang terlambat. Ini bukan selalu hal negatif. Justru, kecemasan dalam kadar sehat dapat meningkatkan kesiapan dan performa.

Psikologi performa menyebutnya sebagai optimal anxiety—tingkat kecemasan yang cukup untuk membuat seseorang waspada, tetapi tidak sampai melumpuhkan.

5. Berorientasi pada Kontrol

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore