Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Februari 2026 | 03.40 WIB

Kerap Meminta Maaf Bahkan Ketika Itu Bukan Kesalahan Kamu, Anda Kemungkinan Memiliki 9 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang terlalu sering meminta maaf./Freepik/DC Studio

JawaPos.com - Pernahkah Anda mengatakan “maaf” bahkan ketika Anda tidak melakukan kesalahan apa pun?

Mungkin saat seseorang menabrak Anda, tetapi justru Anda yang lebih dulu meminta maaf. Atau ketika suasana menjadi canggung, Anda merasa perlu meminta maaf hanya untuk meredakan ketegangan.

Kebiasaan ini sering dianggap sepele. Namun dalam psikologi, kecenderungan untuk meminta maaf meski tidak bersalah dapat mencerminkan pola kepribadian, pengalaman masa lalu, serta cara seseorang memandang hubungan sosial.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (25/2), terdapat sembilan ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang-orang yang cenderung meminta maaf bahkan ketika itu bukan kesalahan mereka.

1. Sangat Empatik

Orang yang mudah meminta maaf biasanya memiliki empati yang tinggi. Mereka sangat peka terhadap perasaan orang lain dan cepat menangkap perubahan emosi di sekitarnya.

Ketika ada ketegangan kecil saja, mereka merasa tidak nyaman dan terdorong untuk memperbaiki situasi — bahkan jika itu berarti mengambil tanggung jawab yang bukan miliknya.

Empati adalah kualitas positif. Namun tanpa batas yang sehat, empati bisa berubah menjadi kebiasaan memikul beban emosional orang lain.

Salah satu alasan paling umum seseorang meminta maaf tanpa kesalahan adalah menghindari konflik. Mereka mungkin tumbuh dalam lingkungan yang penuh pertengkaran, sehingga belajar bahwa cara tercepat untuk menghentikan konflik adalah dengan “mengalah”.

Menurut teori pembelajaran sosial, pola seperti ini bisa terbentuk sejak kecil dan terbawa hingga dewasa. Permintaan maaf menjadi alat untuk menjaga kedamaian.

3. Harga Diri yang Rentan

Orang dengan harga diri yang rapuh cenderung lebih mudah menyalahkan diri sendiri. Mereka sering berpikir, “Mungkin memang aku yang salah,” bahkan tanpa bukti jelas.

Alih-alih mengevaluasi situasi secara objektif, mereka secara otomatis menempatkan diri sebagai pihak yang bersalah. Permintaan maaf menjadi refleks spontan.

4. Kebutuhan Tinggi untuk Disukai

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore