Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Februari 2026 | 01.03 WIB

Orang-orang yang Selalu Disuruh "Jangan Menangis" Sejak Kecil Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini Beberapa Dekade Kemudian Menurut Psikologi

 

seseorang yang sering disuruh jangan menangis sejak kecil

JawaPos.com - Banyak dari kita tumbuh dengan kalimat seperti, “Sudah, jangan menangis.” atau “Anak kuat tidak cengeng.” Sekilas terdengar sepele. Niatnya sering kali baik—orang tua ingin anaknya tangguh. Namun menurut berbagai temuan dalam psikologi perkembangan dan teori keterikatan yang dipopulerkan oleh John Bowlby, cara orang dewasa merespons emosi anak sangat memengaruhi pola emosional mereka hingga dewasa.

Ketika seorang anak berulang kali diberi pesan bahwa menangis itu salah, lemah, atau memalukan, ia belajar satu hal penting: emosinya tidak aman untuk ditunjukkan.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (20/2), terdapat beberapa dekade kemudian, pola ini sering muncul dalam bentuk perilaku-perilaku tertentu. Berikut tujuh di antaranya menurut perspektif psikologi.

1. Sulit Mengidentifikasi dan Mengekspresikan Emosi

Anak yang terus-menerus ditekan emosinya cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang kesulitan mengenali apa yang sebenarnya mereka rasakan. Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan alexithymia—kesulitan memahami dan mengungkapkan emosi.

Mereka mungkin berkata, “Aku baik-baik saja,” padahal sebenarnya sedang sedih, kecewa, atau marah. Karena sejak kecil emosi tidak divalidasi, mereka tidak pernah benar-benar belajar bahasa emosi.

2. Terlihat Kuat, Tapi Sebenarnya Menahan Banyak Hal

Secara luar, mereka tampak tangguh. Jarang menangis. Jarang mengeluh. Selalu terlihat stabil.

Namun sering kali, kekuatan ini adalah hasil dari penekanan, bukan pengolahan emosi. Psikoanalis seperti Sigmund Freud menyebut mekanisme ini sebagai repression (represi)—emosi ditekan ke alam bawah sadar, bukan diselesaikan.

Masalahnya, emosi yang ditekan tidak hilang. Ia hanya menunggu cara lain untuk keluar—kadang dalam bentuk stres kronis atau ledakan emosi yang tak terduga.

3. Tidak Nyaman dengan Emosi Orang Lain

Menariknya, bukan hanya emosi diri sendiri yang terasa sulit—emosi orang lain pun sering membuat mereka tidak nyaman.

Ketika pasangan atau teman menangis, respons yang muncul bisa berupa:

Memberi solusi cepat tanpa empati

Mengalihkan topik

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore