seseorang yang dibesarkan oleh orang tua yang ketat
JawaPos.com - Dibesarkan oleh orang tua yang sangat ketat sering kali dianggap sebagai cara untuk membentuk anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan “berhasil”. Namun, menurut psikologi perkembangan, pola asuh yang terlalu mengontrol dapat meninggalkan jejak yang terbawa hingga dewasa — sering kali tanpa disadari oleh individu tersebut.
Psikolog perkembangan seperti Diana Baumrind membedakan gaya pengasuhan menjadi beberapa tipe, termasuk pola asuh otoriter (authoritarian), yang cenderung menuntut kepatuhan tinggi dengan sedikit ruang dialog. Selain itu, teori keterikatan (attachment theory) dari John Bowlby juga menjelaskan bagaimana pengalaman masa kecil memengaruhi pola relasi saat dewasa.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (20/2), terdapat 8 hal yang sering dilakukan orang dewasa yang tumbuh dengan orang tua yang ketat — tanpa mereka sadari bahwa akarnya berasal dari masa kecil.
Baca Juga: 7 Hal yang Tidak Pernah Dilakukan Orang yang Benar-Benar Berkelas Saat Marah, yang Membedakan Mereka dari Orang Lain di Ruangan Itu Menurut Psikologi
1. Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Orang dewasa yang dibesarkan dalam lingkungan penuh tuntutan sering menginternalisasi standar tinggi tersebut. Mereka menjadi perfeksionis dan sulit merasa puas terhadap diri sendiri.
Setiap kesalahan kecil terasa seperti kegagalan besar. Kritik dari orang lain pun terasa sangat menyakitkan, karena di masa kecil, kesalahan sering direspons dengan hukuman atau kemarahan.
Secara psikologis, ini berkaitan dengan pembentukan inner critic yang kuat — suara batin yang meniru cara orang tua dulu berbicara pada mereka.
Baca Juga: Generasi yang Melewatkan Kuliah untuk Mulai Bekerja di Usia 16 Tahun, Punya 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
2. Sulit Mengambil Keputusan Sendiri
Ketika kecil, semua keputusan mungkin diambilkan: apa yang boleh dilakukan, siapa yang boleh ditemui, bahkan pilihan jurusan atau karier.
Akibatnya, saat dewasa mereka sering:
Takut salah memilih
Terlalu banyak meminta pendapat orang lain
Menunda keputusan penting
Mereka tidak benar-benar belajar mempercayai intuisi sendiri karena otonomi jarang diberikan.
3. Cenderung People Pleasing (Menyenangkan Semua Orang)
Anak yang tumbuh dalam pola asuh ketat sering belajar bahwa cinta dan penerimaan bersyarat: mereka diterima ketika patuh.
Saat dewasa, pola ini berubah menjadi kebiasaan:

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
