
seseorang yang tumbuh di keluarga kelas menengah./Freepik/tirachardz
JawaPos.com - Tidak semua orang yang tumbuh di keluarga kelas menengah ke bawah menyadari bagaimana latar belakang ekonomi membentuk pola pikir, kebiasaan, dan respons emosional mereka hingga dewasa.
Dalam psikologi perkembangan dan sosial, kondisi finansial keluarga bukan hanya soal jumlah uang, tetapi juga tentang rasa aman, cara mengambil keputusan, hingga bagaimana seseorang memandang masa depan.
Menurut teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow, ketika kebutuhan dasar seperti keamanan finansial belum sepenuhnya stabil, energi mental keluarga sering terfokus pada “bertahan hidup”, bukan aktualisasi diri.
Sementara itu, penelitian tentang scarcity mindset dari Sendhil Mullainathan dan Eldar Shafir menjelaskan bagaimana keterbatasan ekonomi dapat memengaruhi cara berpikir dan pengambilan keputusan dalam jangka panjang.
Dilasnir dari Geediting pada Selasa (17/2), terdapat 10 pengalaman yang secara psikologis sering dialami oleh mereka yang tumbuh di keluarga kelas menengah ke bawah.
Jika Anda mengenali lebih dari 6 di antaranya, kemungkinan besar latar belakang ekonomi Anda ikut membentuk siapa diri Anda hari ini.
Baca Juga: Orang yang Tumbuh Besar dengan Berjalan Kaki ke Sekolah Tanpa Pengawasan Mengembangkan 8 Sifat Kemandirian Ini Menurut Psikologi
1. Uang Selalu Jadi Topik Sensitif di Rumah
Anda tumbuh dengan suasana di mana uang adalah pembicaraan serius—bahkan menegangkan. Orang tua mungkin sering berdiskusi tentang cicilan, tagihan, atau kebutuhan sekolah dengan nada cemas.
Dalam psikologi keluarga, anak yang sering terpapar stres finansial cenderung memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap pengeluaran sejak dini.
2. Anda Terbiasa “Mengalah” demi Kebutuhan yang Lebih Penting
Ingin sepatu baru? Tunggu dulu. Mau ikut les tambahan? Lihat dulu apakah anggaran cukup. Anda belajar sejak kecil bahwa keinginan tidak selalu bisa dipenuhi.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 21 Februari 2026: Waktunya Cancer Bersantai, Ada Perubahan untuk Leo
Hal ini membentuk kemampuan menunda kepuasan (delayed gratification), tetapi juga bisa menciptakan rasa bersalah ketika membelanjakan uang untuk diri sendiri saat dewasa.
3. Anda Sangat Menghargai Diskon dan Promo
Bagi sebagian orang, diskon adalah bonus. Bagi Anda, diskon adalah strategi bertahan hidup. Anda mungkin terbiasa membandingkan harga, mencari promo, atau menyimpan barang “untuk jaga-jaga”.
Ini mencerminkan pola pikir berbasis kelangkaan (scarcity mindset), di mana otak terbiasa fokus pada efisiensi dan penghematan.
4. Anda Merasa Tidak Enak Jika “Terlalu Menikmati”
Liburan mewah, makan di restoran mahal, atau membeli barang branded bisa memunculkan perasaan aneh—seperti tidak pantas atau berlebihan.
Secara psikologis, ini disebut sebagai internalized economic identity—identitas diri yang terbentuk dari kondisi ekonomi masa kecil.
5. Anda Mandiri Lebih Cepat dari Teman Sebaya
Mungkin Anda sudah terbiasa membantu orang tua, bekerja paruh waktu, atau mengurus adik sejak kecil. Tanggung jawab datang lebih cepat.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
