Salah satu kecemasan orang yang sering ganti gaya rambut adalah melawan rasa perfeksionisme (freepik)
JawaPos.com – Pada dasarnya mengganti gaya rambut sering dianggap sekadar urusan penampilan. Namun dalam psikologi, perubahan rambut yang terlalu sering bisa menjadi bahasa non verbal dari kondisi emosional seseorang.
Rambut adalah bagian tubuh yang paling mudah dikontrol dan diubah sehingga kerap dijadikan sebagai fondasi untuk mengekspresikan kegelisahan batin, kebutuhan akan kendali hingga pencarian jati diri.
Dilansir dari laman Global English Editing, Senin (9/2) berikut beberapa kecemasan yang timbul dari seseorang yang sering ganti gaya rambut :
Pernahkan Anda memperhatikan bagaimana orang sering kali memotong rambut secara drastis setelah putus cinta atau kehilangan pekerjaan?
Ada alasan psikologis yang kuat dibaliknya. Ketika hidup terasa kacau dan tidak terduga, mengubah gaya rambut bisa memberikan rasa kendali yang nyata.
Penelitian menunjukkan bahwa mengubah penampilan dapat berfungsi sebagai cara mengatasi saat mengalami tekanan emosional. Hal ini adalah cara untuk mendapatkan kembali kendali diri ketika segala sesuatu terasa tidak pasti.
Sering berganti gaya rambut juga dapat mencerminkan pencarian jati diri. Perubahan penampilan menjadi cara mencoba berbagai versi dirinya.
Menurut penelitian di Psychology Today, perubahan rambut yang drastis terkadang dapat menimbulkan perasaan krisis identitas. Ketika Anda merasa terputus dengan diri sendiri, mengubah penampilan luar adalah upaya untuk menemukan atau menciptakan versi baru dari diri Anda.
Sebagian orang tidak pernah puas dengan rambut mereka karena mereka memang tidak pernah puas dengan apa pun.
Mulai dari potongannya terlalu pendek lalu terlalu panjang. Warnanya terlalu gelap lalu terlalu terang. Intinya selalu ada saja yang perlu diperbaiki, disesuaikan dan disempurnakan.Ketidakpuasan yang terus-menerus ini seringkali tidak ada hubungannya dengan rambut sama sekali.
Studi telah menemukan bahwa perfeksionisme dan kecemasan dapat berkaitan langsung dengan gaya rambut, dengan beberapa individu mengalami tekanan jika rambut mereka tidak terlihat persis seperti yang diharapkan.
Bagi sebagian orang, rambut menjadi tameng sosial. Artinya mengubah gaya rambut diharapkan dapat mengurangi rasa canggung atau meningkatkan penerimaan sosial.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
