Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Februari 2026 | 16.59 WIB

Menurut Psikologi, Sering Ganti Gaya Rambut Bisa Menandakan 6 Kecemasan Tersembunyi

Salah satu kecemasan orang yang sering ganti gaya rambut adalah melawan rasa perfeksionisme (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya mengganti gaya rambut sering dianggap sekadar urusan penampilan. Namun dalam psikologi, perubahan rambut yang terlalu sering bisa menjadi bahasa non verbal dari kondisi emosional seseorang.

Rambut adalah bagian tubuh yang paling mudah dikontrol dan diubah sehingga kerap dijadikan sebagai fondasi untuk mengekspresikan kegelisahan batin, kebutuhan akan kendali hingga pencarian jati diri.

Dilansir dari laman Global English Editing, Senin (9/2) berikut beberapa kecemasan yang timbul dari seseorang yang sering ganti gaya rambut :

  1. Kesulitan mengatasi hilangnya kendali di bidang lain

Pernahkan Anda memperhatikan bagaimana orang sering kali memotong rambut secara drastis setelah putus cinta atau kehilangan pekerjaan?

Ada alasan psikologis yang kuat dibaliknya. Ketika hidup terasa kacau dan tidak terduga, mengubah gaya rambut bisa memberikan rasa kendali yang nyata.

Penelitian menunjukkan bahwa mengubah penampilan dapat berfungsi sebagai cara mengatasi saat mengalami tekanan emosional. Hal ini adalah cara untuk mendapatkan kembali kendali diri ketika segala sesuatu terasa tidak pasti.

  1. Mengalami kebingungan identitas

Sering berganti gaya rambut juga dapat mencerminkan pencarian jati diri. Perubahan penampilan menjadi cara mencoba berbagai versi dirinya.

Menurut penelitian di Psychology Today, perubahan rambut yang drastis terkadang dapat menimbulkan perasaan krisis identitas. Ketika Anda merasa terputus dengan diri sendiri, mengubah penampilan luar adalah upaya untuk menemukan atau menciptakan versi baru dari diri Anda.

  1. Berjuang melawan perfeksionisme

Sebagian orang tidak pernah puas dengan rambut mereka karena mereka memang tidak pernah puas dengan apa pun.

Mulai dari potongannya terlalu pendek lalu terlalu panjang. Warnanya terlalu gelap lalu terlalu terang. Intinya selalu ada saja yang perlu diperbaiki, disesuaikan dan disempurnakan.Ketidakpuasan yang terus-menerus ini seringkali tidak ada hubungannya dengan rambut sama sekali.

Studi telah menemukan bahwa perfeksionisme dan kecemasan dapat berkaitan langsung dengan gaya rambut, dengan beberapa individu mengalami tekanan jika rambut mereka tidak terlihat persis seperti yang diharapkan.

  1. Menghadapi kecemasan sosial

Bagi sebagian orang, rambut menjadi tameng sosial. Artinya mengubah gaya rambut diharapkan dapat mengurangi rasa canggung atau meningkatkan penerimaan sosial.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore