
seseorang yang menyukai musik lawas./Freepik/freepik
JawaPos.com - Musik bukan sekadar hiburan. Dalam psikologi, selera musik sering dipandang sebagai “jendela kecil” untuk melihat kepribadian seseorang.
Cara seseorang memilih lagu—apakah ia setia pada musik lawas atau selalu mengikuti tangga lagu terbaru—bisa mengungkap banyak hal tentang cara berpikir, merasakan, dan memaknai hidup.
Menariknya, sejumlah kajian psikologi dan pengamatan perilaku menunjukkan bahwa orang yang lebih menyukai musik lawas (oldies, klasik, atau lagu-lagu dari dekade sebelumnya) cenderung memiliki karakteristik kepribadian tertentu yang cukup konsisten.
Musik lawas sering diasosiasikan dengan emosi yang lebih mendalam, lirik yang kuat, serta nilai sentimental yang tinggi.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (27/1), terdapat 9 ciri kepribadian unik yang sering ditemukan pada orang-orang yang lebih mencintai musik lawas dibandingkan lagu hits terkini.
1. Lebih Reflektif dan Suka Merenung
Orang yang menyukai musik lawas cenderung memiliki kebiasaan refleksi diri yang kuat. Mereka sering menikmati momen menyendiri sambil memikirkan makna hidup, pengalaman masa lalu, atau rencana masa depan.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan kecenderungan introspektif, yaitu kemampuan untuk memahami emosi dan pikiran sendiri. Musik lawas dengan tempo yang lebih lambat dan lirik yang puitis membantu mereka masuk ke kondisi ini dengan nyaman.
2. Memiliki Kecerdasan Emosional yang Tinggi
Banyak lagu lawas menekankan emosi yang kompleks: kehilangan, cinta yang tak terbalas, harapan, kerinduan, dan penerimaan. Orang yang menikmatinya biasanya lebih peka terhadap perasaan—baik perasaan sendiri maupun orang lain.
Secara psikologis, ini berkaitan dengan emotional awareness dan empati. Mereka cenderung lebih mudah memahami sudut pandang orang lain dan tidak reaktif secara berlebihan.
3. Menghargai Kualitas daripada Tren
Alih-alih mengikuti apa yang sedang viral, pencinta musik lawas biasanya lebih fokus pada kualitas: aransemen, lirik, suara vokal, dan keaslian emosi.
Kepribadian ini sering dikaitkan dengan independensi dalam berpikir. Mereka tidak merasa perlu mengikuti arus mayoritas untuk merasa “cukup” atau relevan.
4. Cenderung Nostalgis, tapi Tidak Terjebak Masa Lalu

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
