
seseorang yang masih mengucapkan permisi./Freepik/tirachardz
JawaPos.com - Di tengah dunia yang serba cepat, penuh notifikasi, dan sering kali terasa individualistis, satu kata sederhana kian jarang terdengar: “permisi.”
Padahal, kata ini pendek, ringan, dan tampak sepele. Namun menurut psikologi, kebiasaan mengucapkan “permisi” bukan sekadar soal sopan santun dasar. Ia mencerminkan cara seseorang memandang orang lain, dirinya sendiri, bahkan dunia di sekitarnya.
Menariknya, orang yang masih konsisten mengucapkan “permisi”—baik saat melewati orang, memulai percakapan, atau tanpa sengaja mengganggu—sering kali memiliki pola kepribadian tertentu.
Mereka bukan hanya sopan, tetapi juga menyimpan kualitas psikologis yang dalam dan matang.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (16/1), terdapat delapan ciri kepribadian yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang masih menjaga kebiasaan kecil namun bermakna ini.
1. Memiliki Empati yang Tinggi
Dalam psikologi sosial, empati adalah kemampuan memahami perasaan dan posisi orang lain.
Orang yang mengucapkan “permisi” biasanya sadar bahwa kehadirannya bisa memengaruhi orang lain, sekecil apa pun dampaknya.
Mereka tidak ingin membuat orang lain merasa tidak nyaman, terabaikan, atau terganggu. Bahkan dalam situasi sederhana—seperti melewati seseorang di tempat umum—mereka tetap mempertimbangkan perasaan lawan interaksi. Ini tanda empati yang hidup dan aktif, bukan sekadar teori.
2. Memiliki Kesadaran Sosial yang Baik
Kesadaran sosial adalah kemampuan membaca situasi, norma, dan konteks lingkungan. Orang yang masih mengatakan “permisi” biasanya peka terhadap ruang sosial, tahu kapan harus berbicara, kapan harus menunggu, dan bagaimana menempatkan diri.
Mereka jarang bersikap sembarangan atau “asal lewat.” Dalam psikologi, ini menunjukkan kecerdasan interpersonal yang cukup matang—kemampuan yang sangat berharga dalam hubungan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.
3. Rendah Hati dan Tidak Merasa Paling Penting
Mengucapkan “permisi” secara tidak langsung berarti berkata, “Saya tidak lebih penting dari Anda.” Orang dengan kebiasaan ini umumnya tidak memiliki ego yang berlebihan.
Mereka tidak merasa dunia harus menyesuaikan diri dengan mereka. Justru sebaliknya, mereka bersedia menyesuaikan diri demi menjaga keharmonisan. Sikap rendah hati ini sering membuat mereka disukai tanpa harus banyak bicara.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
