Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Januari 2026 | 21.02 WIB

Telah Membaca Lebih dari 50 Buku dalam Hidup Anda? Anda Mungkin Telah Mengembangkan 8 Kemampuan Kognitif Langka Ini

seseorang yang membaca banyak buku./Freepik/lifeforstock - Image

seseorang yang membaca banyak buku./Freepik/lifeforstock

JawaPos.com - Membaca buku sering dianggap sebagai kebiasaan sederhana—aktivitas sunyi yang dilakukan sambil duduk, menatap halaman, lalu selesai.

Namun bagi mereka yang telah menamatkan puluhan buku dalam hidupnya, membaca bukan sekadar hobi.

Ia adalah proses panjang yang diam-diam membentuk cara otak bekerja, cara emosi diproses, bahkan cara seseorang memahami realitas.

Menariknya, banyak riset kognitif modern menunjukkan bahwa membaca mendalam (deep reading) mengaktifkan jaringan otak yang tidak terbangun dengan cara lain, seperti menonton video singkat atau scrolling media sosial.

Artinya, orang yang jarang membaca tidak hanya “kurang informasi”, tetapi secara fisik tidak mengakses beberapa kemampuan mental tertentu.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (3/1), jika Anda telah membaca lebih dari 50 buku—baik fiksi, nonfiksi, filsafat, sejarah, atau pengembangan diri—besar kemungkinan Anda telah mengembangkan delapan kemampuan kognitif langka berikut ini.

1. Kemampuan Berpikir Abstrak Tingkat Tinggi

Membaca buku, terutama yang kompleks, memaksa otak untuk bekerja dengan konsep yang tidak selalu terlihat atau konkret.

Anda belajar memahami simbol, metafora, ide filosofis, dan alur sebab-akibat yang panjang.

Pembaca aktif terbiasa menghubungkan gagasan yang terpisah menjadi satu kesatuan makna.

Inilah yang membuat mereka lebih mudah memahami konsep abstrak seperti keadilan, identitas, makna hidup, atau strategi jangka panjang—kemampuan yang sulit berkembang pada mereka yang hanya mengonsumsi konten instan.

2. Simulasi Mental yang Sangat Detail

Saat membaca, otak Anda tidak pasif. Ia membangun “dunia” lengkap di dalam kepala: wajah tokoh, suasana ruangan, emosi, bahkan suara yang tidak pernah benar-benar terdengar.

Menariknya, area otak yang aktif saat membaca adegan tertentu mirip dengan area otak saat mengalami kejadian nyata.

Itulah sebabnya pembaca buku sering memiliki imajinasi tajam dan mampu membayangkan skenario masa depan dengan detail tinggi—kemampuan yang jarang dimiliki oleh non-pembaca.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore