Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Januari 2026 | 01.01 WIB

Orang yang Merasa Sangat Kesepian tetapi Pandai Menyembunyikannya Biasanya Menunjukkan 7 Kebiasaan Tenang Ini Menurut Psikologi

seseorang yang pandai menyembunyikan kesepian./Freepik/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang pandai menyembunyikan kesepian./Freepik/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Kesepian tidak selalu berisik. Ia tidak selalu datang dalam bentuk tangisan, keluhan, atau pengakuan terbuka.

Dalam banyak kasus, justru orang-orang yang tampak paling “baik-baik saja” adalah mereka yang memikul rasa sepi paling dalam.

Mereka tertawa di keramaian, bekerja dengan disiplin, bahkan sering menjadi tempat orang lain bersandar—namun ketika malam tiba, ada ruang kosong yang tak tersentuh siapa pun.

Psikologi menyebut fenomena ini sebagai hidden loneliness: kondisi ketika seseorang merasa terputus secara emosional, tetapi memiliki kemampuan tinggi untuk menutupinya.

Menariknya, orang-orang seperti ini jarang menunjukkan tanda dramatis. Sebaliknya, mereka menampilkan kebiasaan-kebiasaan yang tenang, nyaris tak mencolok, namun konsisten.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (30/12), terdapat tujuh kebiasaan tenang yang sering muncul pada orang yang sangat kesepian tetapi pandai menyembunyikannya, menurut sudut pandang psikologi.

1. Mereka Sangat Mandiri, Hampir Terlalu Mandiri

Orang yang menyimpan kesepian mendalam sering terlihat luar biasa mandiri. Mereka terbiasa menyelesaikan masalah sendiri, mengambil keputusan sendiri, dan jarang meminta bantuan—bahkan ketika sebenarnya mereka kewalahan.

Menurut psikologi, ini bukan semata kekuatan, melainkan mekanisme perlindungan. Ketika seseorang pernah merasa diabaikan atau tidak didukung secara emosional, ia belajar satu hal: bergantung pada diri sendiri terasa lebih aman daripada berharap pada orang lain.

Kemandirian ini tampak mengagumkan, tetapi di baliknya sering tersembunyi keyakinan sunyi: “Tidak ada yang benar-benar akan ada untukku.”

2. Mereka Pendengar yang Sangat Baik

Orang yang kesepian sering menjadi pendengar terbaik di ruangan. Mereka memberi perhatian penuh, mengingat detail kecil, dan benar-benar hadir saat orang lain berbicara.

Psikologi menjelaskan bahwa ini sering muncul karena mereka sendiri jarang didengarkan. Dengan mendengarkan orang lain, mereka merasakan koneksi—meski bukan koneksi yang sepenuhnya timbal balik.

Ada kepuasan tenang ketika orang lain merasa dipahami, meskipun kebutuhan emosional mereka sendiri tetap tak terucap.

Ironisnya, semakin baik mereka mendengarkan, semakin kecil kemungkinan orang menyadari bahwa mereka juga ingin didengar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore