
seseorang yang terlalu sering mengunggah aktivitas di media sosial./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di era digital, jumlah teman sering kali disamakan dengan kualitas hubungan. Semakin banyak pengikut, semakin dianggap bahagia.
Semakin ramai kolom komentar, semakin dinilai sukses secara sosial. Namun psikologi melihat fenomena ini dari sudut yang jauh lebih dalam dan jujur.
Kesepian modern tidak selalu tampak seperti menyendiri di kamar gelap. Justru, ia sering bersembunyi di balik unggahan ramai, story yang aktif, dan notifikasi yang terus berbunyi.
Banyak orang tampak “dikelilingi” oleh teman, tetapi secara emosional merasa kosong, tidak benar-benar terhubung, dan tidak dipahami.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (17/11), terdapat tujuh kebiasaan media sosial yang menurut sudut pandang psikologi, kerap menjadi sinyal bahwa seseorang sebenarnya sedang sangat kesepian—meski secara angka terlihat sangat populer.
1. Terlalu Sering Mengunggah Aktivitas Sehari-hari Tanpa Makna Emosional
Mengunggah aktivitas bukanlah masalah. Namun ketika hampir setiap detail hidup dibagikan—makan, bangun tidur, perjalanan singkat, hingga hal sepele—tanpa cerita atau makna personal, psikologi melihatnya sebagai upaya mencari kehadiran sosial.
Banyak orang melakukan ini bukan karena ingin berbagi, tetapi karena takut tidak diperhatikan. Media sosial menjadi “teman bicara” pengganti, tempat seseorang merasa setidaknya ada yang melihat keberadaannya.
Ironisnya, semakin sering berbagi hal dangkal, semakin jarang terjadi koneksi emosional yang nyata.
2. Sangat Bergantung pada Like dan Komentar untuk Merasa Berharga
Salah satu tanda kesepian emosional adalah ketika validasi eksternal menjadi sumber utama rasa percaya diri.
Orang yang kesepian sering kali tanpa sadar mengaitkan harga dirinya dengan jumlah like, views, atau komentar.
Ketika respons sedikit, muncul perasaan hampa, cemas, bahkan sedih berlebihan. Psikologi menyebut ini sebagai contingent self-worth—nilai diri yang sepenuhnya bergantung pada respons orang lain.
Banyak “teman” ada, tetapi tidak satu pun benar-benar menjadi tempat bersandar secara emosional.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
