
seseorang yang tumbuh sebelum ada media sosial./Freepik/senivpetro
JawaPos.com - Di masa sebelum media sosial hadir di genggaman, hidup berjalan lebih perlahan.
Anak-anak tumbuh dengan interaksi langsung, permainan fisik, dan ruang untuk bosan tanpa distraksi layar.
Kehidupan mungkin tidak selalu mudah, tetapi sederhana — dan di dalam kesederhanaan itu, banyak nilai psikologis yang justru memperkuat karakter.
Kini, di era serba digital, banyak orang tua yang dulu tumbuh tanpa media sosial merasa perlu mengembalikan “tanah pijakan” tersebut kepada anak-anak mereka.
Mereka ingin memastikan bahwa di tengah derasnya informasi dan validasi online, anak-anak tetap memiliki fondasi mental dan emosional yang kokoh.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (21/11), menurut sejumlah prinsip psikologi perkembangan dan sosial, orang tua generasi ini cenderung mengajarkan 7 kebiasaan membumi berikut untuk menyeimbangkan dunia digital yang penuh tekanan.
1. Menghargai Keheningan dan Waktu Tanpa Distraksi
Orang yang tumbuh tanpa media sosial terbiasa menikmati waktu tanpa notifikasi.
Mereka tahu bahwa keheningan bukan ancaman, tapi ruang untuk memproses emosi.
Dari sudut pandang psikologi, jeda ini berkaitan dengan regulasi emosi dan kemampuan self-reflection.
Karena itulah banyak dari mereka mengajarkan anak bahwa tidak apa-apa duduk tenang, menggambar, membaca, atau sekadar melamun tanpa gadget.
2. Menyelesaikan Masalah Secara Langsung, Bukan Melalui Layar
Dulu, konflik kecil antarteman diselesaikan dengan berbicara langsung atau saling meminta maaf setelah adem.
Tidak ada “unfollow” atau “silent treatment” digital.
Psikologi interpersonal menyebut kebiasaan ini sebagai penguatan komunikasi asertif dan emotional intelligence.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
