
seseorang yang terlihat baik-baik di luar./Freepik/freepik
Jawapos.com - Dalam keseharian, kita sering bertemu orang yang tampak kuat, ceria, dan mampu menjalani hidup tanpa banyak keluhan.
Mereka tersenyum, bercanda, bekerja dengan baik, bahkan tampak paling bisa diandalkan saat orang lain kesulitan.
Namun di balik ketenangan itu, sering kali tersembunyi gejolak batin yang berat.
Psikologi menyebut fenomena ini sebagai masking, yakni perilaku menyembunyikan luka emosional dengan menampilkan diri seolah tidak ada yang salah.
Orang yang sedang hancur secara batin kerap memilih diam, bukan karena baik-baik saja, tetapi karena merasa tidak tahu kepada siapa harus bercerita—atau bahkan tidak ingin membebani siapa pun.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (4/11), terdapat 10 ciri perilaku yang sering dilakukan orang yang tampak “baik-baik saja” padahal sedang berjuang sendirian di dalam dirinya.
1. Terlalu Banyak Tersenyum untuk Menutupi Luka
Mereka terlihat paling ceria.
Canda dan tawa menjadi topeng untuk menyembunyikan rasa sakit yang sulit dijelaskan.
Mereka percaya bahwa dengan tetap tersenyum, orang lain tak akan bertanya lebih jauh, sehingga beban batin tak perlu terbuka.
2. Menjadi Tempat Curhat Banyak Orang, Tapi Tidak Pernah Curhat
Mereka pendengar yang baik, pemberi solusi, dan penenang hati banyak orang.
Namun saat giliran mereka mengalami masalah, mulut terkunci rapat.
Mereka lebih memilih menyimpan semuanya sendiri karena merasa cerita mereka tidak sepenting milik orang lain.
3. Selalu Bilang “Aku Baik-Baik Saja” Meski Sedang Terpuruk
