Ilustrasi orang dewasa yang termasuk paling cerdas dibandingkan dengan orang lain (Freepik)
JawaPos.com - Ada jenis kecerdasan yang tidak perlu diumumkan. Orang-orang yang benar-benar berpendidikan tidak selalu memamerkan gelar atau debat teori rumit.
Kecerdasan mereka terlihat dari cara berbicara, menulis, dan memilih kata.
Dilansir dari laman Geediting, Kamis (23/10), berikut 12 kata yang membedakan orang-orang berpendidikan tinggi — tidak sekadar kosakata, tetapi juga cara berpikir dan rasa ingin tahu yang mendalam:
Jika sesuatu bersifat ubiquitous, itu ada di mana-mana, begitu umum sehingga sulit dihindari.
Contoh: “Media sosial telah menjadi begitu ubiquitous sehingga banyak orang lupa kehidupan sebelum internet.”
Esoteric merujuk pada sesuatu yang hanya dipahami oleh kelompok kecil, seringkali intelektual atau spiritual.
Contoh: “Mekanika kuantum bisa terasa esoteric bagi orang tanpa latar belakang fisika.”
Orang pragmatis bersikap praktis dan realistis, fokus pada hal yang bekerja, bukan sekadar teori.
Contoh: “Dia mengambil pendekatan pragmatic terhadap masalah, fokus pada solusi yang bisa dilakukan.”
Merasa ambivalent berarti memiliki perasaan campur aduk tentang sesuatu atau seseorang.
Contoh: “Dia merasa ambivalent tentang promosi itu — senang dengan kesempatan, tapi cemas dengan tekanannya.”
Ephemeral berarti berlangsung sangat singkat atau sementara.
Contoh: “Keindahan itu ephemeral, tapi karakter bertahan selamanya.”
Pedantic adalah orang yang terlalu fokus pada detail kecil atau aturan, sampai lupa gambaran besar.
Contoh: “Koreksi pedantic-nya saat rapat membuat semua orang menggelengkan kepala.”
Fortuitous terjadi secara kebetulan, sering beruntung, tapi tidak selalu.
Contoh: “Pertemuan mereka di bandara benar-benar fortuitous.”
Quintessential menggambarkan contoh paling murni dan sempurna dari sesuatu.
Contoh: “Dia adalah quintessential gentleman — sopan, tenang, dan perhatian.”
Juxtapose berarti menempatkan dua hal berdampingan untuk membandingkan atau menunjukkan kontras.
Contoh: “Film itu juxtaposes keindahan dan kekejaman dengan cara yang menakutkan sekaligus memikat.”
Benevolent berarti baik hati atau penuh niat baik, lebih dari sekadar ‘ramah’.
Contoh: “Yayasan itu didirikan oleh entrepreneur benevolent yang ingin memberi kembali kepada masyarakat.”

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
