Apa itu Female Bullying dan Ciri-Cirinya, Apakah Kamu Pernah Mengalaminya? (Freepik)
JawaPos.com - Apakah bullying memiliki perbedaan antara laki-laki dan perempuan? Banyak yang menganggap bahwa bentuk perundungan bersifat universal atau sama saja antara laki-laki dan perempuan, namun kenyataannya, gender memiliki peran besar dalam bentuk dan cara bullying itu terjadi.
Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, jika laki-laki cenderung menunjukkan perilaku agresif secara fisik, maka bulyling yang dilakukan perempuan atau female bullying sering kali berlangsung secara halus dan tidak langsung.
Female bulying, bentuknya lebih pasif, penuh manipulasi, dan sulit dideteksi. Meski tidak selalu tampak, dampaknya bisa sangat merusak mental korban dalam jangka panjang loh! Berikut penjelasan lengkapnya, baca sampai habis ya!
1. Social Exclusion (Pengucilan Sosial)
Ini merupakan bentuk paling umum dari female bullying. Pelaku berusaha mengasingkan korban dari lingkaran sosialnya melalui gosip, fitnah, atau menjelek-jelekkan di belakang.
Taktik ini efektif karena perempuan pada dasarnya lebih sensitif terhadap penerimaan sosial.
Menurut penelitian Dr. Tracy Vaillancourt dari University of Ottawa, bentuk bulying ini tidak bisa menjadi cara ampuh untuk “menghilangkan” kompetitor dan mempertahankan status sosial pelaku.
Itulah mengapa pengucilan sosial menjadi strategi utama dalam perundungan antarperempuan, baik di sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan sosial lainnya.
2. Passive Aggression (Sindiran Halus)
Komentar seperti “Wah, bajumu bagus, cocok banget buat bentuk badanmu,” mungkin terdengar seperti pujian, padahal menyimpan sindiran halus.
Perilaku pasif-agresif ini adalah bentuk serangan tersembunyi yang membingungkan korban.
Karena tidak terlihat seperti serangan langsung, sulit bagi korban untuk membuktikan bahwa dirinya sedang dirundung.
Psikiater dan kreator kanal Healthy Gamer, Dr. K, menjelaskan bahwa perempuan cenderung memilih cara ini karena lebih aman dari kemungkinan balasan atau hukuman sosial.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
