
Ilustrasi seorang kakek sedang menggunakan ponsel./Freepik
JawaPos.com - Anda mungkin pernah menggaruk kepala setelah mendengar frasa seperti "putar telepon" atau "gulirkan jendela mobil". Ungkapan-ungkapan tersebut terasa janggal dalam dunia perintah suara dan layar sentuh modern saat ini. Kesenjangan bahasa ini menunjukkan seberapa cepat komunikasi kita berevolusi meninggalkan frasa yang sudah tidak relevan.
Ini bukan sekadar masalah kebiasaan lama yang sulit dihilangkan. Melansir dari Geediting.com Selasa (7/10), ada delapan frasa usang yang sering digunakan generasi Baby Boomer. Mari kita telusuri peninggalan linguistik ini untuk memahami asalnya yang menarik.
Berikut adalah delapan ungkapan kuno yang terus diucapkan generasi Boomer:
"Jangan Sentuh Tombol Pemutar"
"Pemutar" dan televisi dulunya berjalan beriringan pada zaman TV lama. Dahulu, orang harus memutar kenop untuk beralih antara sedikit saluran yang tersedia. Frasa ini tidak lagi masuk akal di dunia TV pintar dan layanan streaming.
"Suaramu Seperti Piringan Rusak"
Ungkapan ini berasal dari piringan hitam yang tergores lalu melompat dan mengulang baris yang sama. Frasa ini digunakan untuk menyebut seseorang yang terus mengulang perkataan secara repetitif. Ini terasa seperti anakronisme yang menarik di era musik digital.
"Gulirkan Jendela Mobil"
Frasa ini berasal dari masa ketika jendela mobil dioperasikan secara manual. Sebuah pegangan harus diputar atau "digulirkan" untuk membuka atau menutup jendela mobil. Kini, membuka jendela hanya dengan menekan tombol, membuat frasa ini ketinggalan zaman.
"Jatuhkan Koin Sepuluh Sen"
Anda mungkin mendengar ini ketika Boomer berbicara tentang membocorkan informasi atau memberi tahu seseorang. Frasa ini berasal dari telepon umum yang hanya memerlukan sepuluh sen untuk menelepon. Telepon umum kini lebih merupakan artefak perkotaan daripada alat komunikasi.
"Membuat Film" (Filming)
Meskipun banyak orang masih menyebutnya "membuat film" saat mengambil video, ini agak keliru pada era digital. Istilah ini berawal saat gambar bergerak benar-benar direkam pada strip film. Proses itu jauh berbeda dengan kemudahan merekam lewat ponsel pintar kita.
"Salinan Karbon" (Carbon Copy)
Di dunia surel, kita sering menggunakan istilah "cc" tanpa memikirkannya secara mendalam. Frasa ini adalah sisa dari zaman kertas karbon yang digunakan untuk membuat salinan dokumen. Sekarang kita bisa menduplikasi dokumen digital tanpa perlu usaha fisik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
