
Ilustrasi seseorang berdiri sendiri, melihat ke kejauhan dengan ekspresi tenang namun menjaga jarak, menyiratkan adanya batasan emosional yang kuat./Freepik
JawaPos.com - Kehilangan keyakinan pada cinta sejati bukanlah hal yang terjadi secara tiba-tiba bagi kebanyakan orang.
Biasanya, hal ini muncul perlahan sebagai mekanisme pertahanan diri setelah mengalami kekecewaan mendalam. Keyakinan itu sirna digantikan oleh rasa kehati-hatian yang berlebihan.
Melansir dari Geediting.com Selasa (30/9), ada tujuh kebiasaan halus yang sering muncul dan menjadi tanda kehilangan iman terhadap romansa.
Kebiasaan ini adalah cara mereka melindungi diri dari potensi sakit hati yang lebih parah. Mari kita cermati tujuh kebiasaan yang menunjukkan kepasrahan emosional ini.
1. Menghindari Kerentanan dengan Segala Cara
Mereka cenderung menolak membuka diri secara emosional kepada siapa pun. Ungkapan seperti "Aku merindukanmu" atau "Aku membutuhkanmu" terasa terlalu berisiko untuk diucapkan. Jauh di lubuk hati, mereka tidak yakin perasaan mereka akan dibalas dengan kedalaman yang sama.
2. Memprioritaskan Kemandirian Melebihi Koneksi
Bersikap mandiri memang sehat, tetapi kemandirian yang ekstrem adalah sinyal hilangnya kepercayaan. Mereka bersikeras melakukan segalanya sendiri, menolak bantuan karena takut akan ketergantungan. Menerima bantuan terasa seperti sebuah kekecewaan yang menunggu untuk terjadi.
3. Meremehkan Romansa Sebagai Hal yang "Konyol"
Saat kehilangan iman pada cinta, seseorang sering kali mengubah cara mereka membicarakannya. Mereka akan meremehkan atau bahkan mengejek hal-hal yang berbau romantis atau kemesraan. Ini adalah cara pikiran mereka melindungi diri dengan meyakini cinta itu tidak berharga.
4. Menjaga Hubungan Bersifat Kasual dan Sementara
Satu di antara kebiasaan halus mereka adalah mempertahankan hubungan jangka pendek, tanpa komitmen, atau tidak jelas statusnya. Mereka menghindari memberi label pada hubungan dan sering mengakhirinya saat mulai terasa serius. Mereka lebih fokus pada kebebasan daripada keintiman sejati.
5. Fokus Berat pada Pencapaian atau Pengalihan Perhatian
Energi yang tadinya didedikasikan untuk cinta kini dialihkan ke bidang lain, seperti pekerjaan, kebugaran, atau hobi. Mereka terlihat sangat termotivasi di luar, mengatakan, "Karier adalah hidupku," misalnya. Namun, di dalam hati, mereka sedang membangun tembok pelindung.
6. Sulit Membayangkan Masa Depan Bersama

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
