Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 23.55 WIB

Mencermati 8 Kebiasaan Saat Makan di Luar yang Mengungkap Kurangnya Kehalusan Etika

Ilustrasi tangan seseorang yang memegang garpu dan pisau , mencerminkan pentingnya etika dan adab saat makan di restoran mewah./Freepik - Image

Ilustrasi tangan seseorang yang memegang garpu dan pisau , mencerminkan pentingnya etika dan adab saat makan di restoran mewah./Freepik

JawaPos.com - Makan di luar adalah sebuah ritual sosial di mana kebiasaan seseorang tanpa disadari seringkali terlihat jelas.

Perilaku tertentu saat bersantap konon dapat menunjukkan seberapa seseorang menguasai etika sosial. Hal ini bukanlah tentang status kekayaan.

Melansir dari Geediting.com Senin (29/9), ada delapan kebiasaan yang dipercaya dapat mengungkapkan kurangnya kehalusan etika.

Menariknya, kebiasaan-kebiasaan ini kerap mengganggu pengalaman bersantap orang lain. Mari kita cermati delapan perilaku tersebut secara lebih detail.

1. Mempersulit Pesanan

Pelanggan jenis ini sering membuat pesanan terlalu rumit atau meminta modifikasi yang berlebihan. Perilaku ini dapat mengganggu alur pelayanan dan menunjukkan keinginan untuk mendominasi lingkungan yang asing. Pesanan yang rumit dianggap kurang menghormati hidangan yang sudah dirancang oleh koki.

2. Tidak Menghargai Staf Pelayan

Satu di antara tanda kurangnya kehalusan adalah sikap meremehkan staf. Mereka cenderung berbicara dengan kasar, atau bahkan menjentikkan jari untuk menarik perhatian pelayan. Perilaku ini menunjukkan bahwa mereka melihat staf sebagai bawahan.

3. Mengabaikan Etika Bersantap

Etika dasar seperti menggunakan alat makan yang benar dan menunggu semua orang disajikan sering diabaikan. Ketidaktahuan ini menunjukkan kurangnya kesadaran sosial seseorang saat makan di tempat umum. Makan dengan mulut penuh atau tidak meletakkan serbet di pangkuan adalah contoh perilaku ini.

4. Mengabaikan Seni Berbincang

Seseorang dengan kurangnya kehalusan sering mendominasi percakapan di meja makan atau menyela orang lain. Mereka juga mungkin membahas topik yang tidak pantas, seperti penyakit pribadi atau masalah politik yang sensitif. Pembicaraan yang kurang etis merusak suasana dan kenikmatan bersantap.

5. Makan dan Minum Berlebihan

Sikap terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan dan minuman menunjukkan kurangnya pengendalian diri. Padahal, bersantap seharusnya adalah tentang pengalaman dan menghargai kualitas, bukan hanya kuantitas yang dipesan. Perilaku ini bisa mengganggu keseimbangan keseluruhan pengalaman makan.

6. Gagal Menghargai Hidangan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore