seseorang yang menyetrika pakaian
JawaPos.com - Di era serba praktis saat ini, banyak orang sudah meninggalkan kebiasaan menyetrika pakaian.
Kehadiran bahan anti kusut, mode kasual, hingga layanan laundry membuat setrika perlahan tersisih dari rutinitas rumah tangga.
Namun, ada sebagian orang yang tetap teguh menjaga kebiasaan ini—mereka masih menyetrika pakaian meskipun dunia tampak kian terburu-buru.
Menurut psikologi, pilihan sederhana seperti ini tidak sekadar soal kerapihan, melainkan bisa mencerminkan sisi kepribadian yang khas.
Dilansir dari Geediting pada Senin (22/9), terdapat tujuh ciri kepribadian yang mungkin melekat pada orang-orang yang masih menyetrika pakaiannya.
1. Perfeksionis yang Menyukai Detail
Menyetrika pakaian membutuhkan ketelitian ekstra: melicinkan kerutan di kerah, merapikan lipatan, hingga memastikan kain jatuh dengan rapi.
Psikologi melihat hal ini sebagai tanda bahwa Anda memiliki kecenderungan perfeksionis.
Anda tidak mudah puas sebelum hasil benar-benar sesuai standar yang Anda inginkan.
Orang dengan sifat ini biasanya juga teliti dalam pekerjaan dan perencanaan hidup.
Anda menghargai tradisi, termasuk kebiasaan lama yang diwariskan orang tua.
Kepribadian seperti ini biasanya berakar pada rasa hormat terhadap nilai-nilai klasik dan keyakinan bahwa hal-hal kecil adalah bagian penting dari disiplin hidup.
3. Sabar dan Konsisten
Menyetrika bukanlah pekerjaan yang bisa selesai instan.
Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi untuk menyelesaikannya.
Orang yang terbiasa dengan rutinitas ini biasanya memiliki kemampuan untuk bertahan dalam proses panjang, baik dalam pekerjaan, hubungan, maupun tujuan hidup jangka panjang.
Mereka bukan tipe yang mudah menyerah.
4. Cenderung Menyukai Kerapian dan Struktur
Tidak semua orang nyaman dengan hal-hal berantakan.
Orang yang masih menyetrika pakaian biasanya merasa lebih damai saat segala sesuatu terlihat rapi dan teratur.
Psikologi menyebut ini sebagai bentuk kebutuhan akan struktur—baik di ruang fisik, pekerjaan, maupun dalam pengaturan kehidupan pribadi.
5. Memiliki Tanggung Jawab Tinggi
Tindakan sederhana seperti memastikan pakaian rapi sering kali mencerminkan rasa tanggung jawab.
Anda mungkin percaya bahwa penampilan yang terawat adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
Sifat ini biasanya juga terlihat dalam hal lain: disiplin dalam pekerjaan, menjaga janji, atau merawat keluarga dengan sepenuh hati.
6. Mandiri dan Tidak Bergantung
Di tengah banyaknya layanan laundry yang menawarkan kepraktisan, orang yang masih menyetrika pakaiannya sendiri cenderung memiliki jiwa mandiri.
Mereka lebih suka menyelesaikan sesuatu dengan tangan sendiri, merasa puas dengan hasil kerja pribadi, dan tidak mudah bergantung pada orang lain.
7. Memiliki Sisi Perfoma Sosial yang Kuat
Menyetrika pakaian juga bisa dikaitkan dengan kepedulian terhadap citra sosial.
Orang yang tetap menjaga kerapian busana biasanya peduli bagaimana dirinya dilihat orang lain.
Ini bukan berarti berlebihan dalam pencitraan, melainkan lebih pada kesadaran bahwa kesan pertama penting, dan penampilan yang rapi dapat membuka banyak peluang.
Kesimpulan
Menyetrika pakaian mungkin terlihat sepele, tetapi psikologi menyingkap bahwa kebiasaan ini menyimpan banyak makna tentang kepribadian.
Orang yang melakukannya biasanya perfeksionis, sabar, menghargai tradisi, menyukai kerapian, bertanggung jawab, mandiri, sekaligus memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Dengan kata lain, setrika tidak hanya melicinkan kain, tetapi juga menggambarkan karakter: bahwa Anda bukan sekadar orang yang rapi, melainkan pribadi yang penuh konsistensi, peduli, dan teguh memegang nilai-nilai hidup.