
Setiap pasangan memiliki perjalanan unik, tetapi prinsip-prinsip ini berlaku universal. Foto: Freepik
JawaPos.com - Kita sering mendengar ungkapan, “Cinta adalah segalanya.” Nyatanya, kenyataan dalam hubungan jangka panjang justru lebih kompleks.
Cinta memang ibarat api yang menyalakan percikan awal, namun yang menjaga api itu tetap menyala adalah kayu bakar berupa usaha, komitmen, dan sifat-sifat tertentu yang menopang perjalanan pasangan.
Pasangan yang bertahan lama tidak hanya mengandalkan rasa sayang, tetapi juga membangun dasar hubungan yang kokoh lewat kebiasaan, sikap, dan karakter.
Dilansir dari laman Your Tango, menurut pakar hubungan dan psikolog, ada tujuh sifat utama yang menjaga pasangan tetap bersama, bahkan ketika cinta mengalami pasang surut.
1. Mendengarkan dengan Sepenuh Hati
Mendengarkan bukan hanya soal membiarkan pasangan berbicara. Mendengarkan dengan sepenuh hati berarti benar-benar hadir, fokus, dan memahami apa yang pasangan rasakan.
Seorang terapis hubungan, Dr. Gloria Brame, Ph.D., menekankan bahwa hubungan yang langgeng sering kali dibangun dari rasa aman karena pasangan tahu bahwa mereka didengar dan dipahami. Ia menceritakan pengalamannya sendiri di mana suami bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga sahabat yang selalu siap mendengarkan.
Mengapa Mendengarkan Itu Krusial?
Memberi rasa dihargai dan divalidasi.
Mengurangi kesalahpahaman dalam komunikasi.
Meningkatkan keintiman emosional.
Tips Praktis Mendengarkan Pasangan:
Matikan distraksi (misalnya ponsel) ketika pasangan berbicara.
Gunakan eye contact dan bahasa tubuh terbuka.
Tanyakan pertanyaan lanjutan untuk menunjukkan ketertarikan.
Ulangi atau simpulkan apa yang pasangan katakan untuk memastikan pemahaman.
Catatan: Pasangan yang saling mendengarkan lebih mampu mengatasi konflik dengan kepala dingin dibanding yang hanya saling menunggu giliran bicara.
2. Menempatkan ‘Kita’ Sebelum ‘Saya’
Dalam hubungan yang sehat, orientasi berubah dari “aku” menjadi “kita”. Pasangan yang sukses memahami bahwa keputusan mereka bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang tim yang mereka bangun.
Eva Van Prooyen, seorang terapis pernikahan, menyebutnya sebagai kebersihan hubungan. Artinya, pasangan yang sehat menjadikan hubungan sebagai prioritas utama—bahkan di atas kepentingan pribadi—demi menjaga keutuhan dan rasa aman.
Bagaimana Mempraktikkan “Kita Sebelum Saya”?
Membuat keputusan besar bersama (keuangan, karier, keluarga).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
