Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 00.07 WIB

Lebih Bahagia dan Percaya Diri, Ini 3 Kebiasaan Orang yang Mencintai Dirinya Menurut Psikologi

Simak, makna cinta diri sendiri dari masing-masing zodiak (pixabay)

JawaPos.com - Tidak semua orang bisa benar-benar mencintai dirinya sendiri. Banyak yang masih terjebak rasa malu, pikiran negatif, bahkan terus merasa tidak cukup baik. Padahal, orang yang mampu menyayangi dirinya justru tampil lebih percaya diri, bahagia, dan bebas dari beban masa lalu.


Mencintai diri bukanlah sesuatu yang instan, melainkan keterampilan yang perlu dilatih setiap hari. Sama seperti membangun hubungan dengan sahabat atau keluarga, butuh usaha dan konsistensi untuk merawat diri dengan penuh kasih sayang.

Dilansir dari YourTango, ada tiga tanda utama seseorang benar-benar sayang pada dirinya sendiri.

1. Selalu Bertindak Penuh Kasih pada Diri Sendiri

Orang yang benar-benar mencintai dirinya tidak ragu memperlakukan dirinya dengan penuh kasih. Mereka tahu bahwa kebahagiaan dimulai dari dalam diri, sehingga hal-hal sederhana bisa menjadi bentuk cinta yang besar.

Misalnya, mereka berani memberi pujian pada diri sendiri di depan cermin, menyiapkan makanan lezat hanya untuk dinikmati sendirian, atau memilih pakaian yang membuat nyaman, bukan sekadar mengikuti tren. Semua tindakan kecil ini membangun rasa berharga dan menumbuhkan energi positif setiap hari.

Cara sederhana seperti afirmasi positif, membeli bunga untuk diri sendiri, atau bahkan menulis surat cinta untuk diri sendiri bisa memperkuat rasa sayang pada diri. Aktivitas-aktivitas ini memberi sinyal kuat bahwa kita layak dicintai dan dihargai, bahkan tanpa pengakuan orang lain.

Mereka juga kerap mencari cara kreatif untuk memanjakan diri, seperti mandi air hangat setelah hari panjang, menata rambut sebelum tidur, atau meluangkan waktu khusus untuk hobi yang mereka sukai. Semua dilakukan bukan untuk terlihat baik di mata orang lain, melainkan karena mereka benar-benar peduli pada kesejahteraan dirinya sendiri.

2. Mampu Melepaskan Masa Lalu dan Luka Lama

Tanda kedua adalah kemampuan untuk berdamai dengan masa lalu. Orang yang mencintai dirinya tidak membiarkan pengalaman buruk, kegagalan, atau penyesalan mengendalikan masa kini. Mereka memilih untuk belajar, menerima, lalu melangkah maju dengan lebih ringan.

Bagi mereka, terus memikirkan masa lalu hanya akan menambah beban. Sebaliknya, dengan melepaskannya, mereka bisa menciptakan ruang untuk kebahagiaan baru. Hidup pun terasa lebih ringan karena tidak lagi dipenuhi rasa bersalah atau dendam yang membebani.

Latihan sederhana seperti meditasi, pernapasan dalam, menulis jurnal, atau membiarkan emosi mengalir tanpa penilaian bisa membantu proses penyembuhan. Alih-alih menyalahkan diri sendiri, mereka belajar merangkul perasaan apa adanya, lalu perlahan melepaskannya.

Proses ini memang tidak mudah dan tidak instan. Namun, ketika dilakukan dengan konsisten, luka emosional yang dulu terasa menekan akan semakin mengecil. Hasilnya, mereka lebih siap menghadapi tantangan baru dengan energi positif.

Melepaskan masa lalu bukan berarti melupakan begitu saja, melainkan menerima kenyataan bahwa masa lalu tidak bisa diubah. Yang bisa kita lakukan adalah memutuskan untuk tidak membiarkannya mengendalikan masa depan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore