
Ilustrasi scroll informasi negatif di media sosial atau doomscrolling yang bisa memicu kecemasan. (Freepik)
JawaPos.com-Tak bisa dipungkiri, kabar buruk tanpa henti memenuhi lini masa media sosial, belakangan ini mendorong kebiasaan individu terus menggulir untuk mencari, membaca, dan menonton informasi negatif.
Fenomena ini dikenal masyarakat sebagai doomscrolling. Pakar Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Atika Dian Ariana menerangkan, doomscrolling adalah perilaku kompulsif dalam menghadapi ketidakpastian.
Kebiasaan ini meningkatkan stres karena paparan informasi negatif terus-menerus, memicu produksi hormon kortisol sehingga tubuh berada dalam keadaan waspada meski sebenarnya tak menghadapi ancaman nyata.
“Doomscrolling ini semacam dorongan untuk menyelamatkan diri. Dengan mencari informasi, manusia merasa bisa mengendalikan hal-hal yang negatif atau menghadapi ancaman," ujar Atika di Surabaya, Jumat (20/9).
Meskipun tampak sebagai insting bertahan hidup, doomscrolling sejatinya tidak benar-benar membantu. Dalam jangka panjang, doomscrolling dapat mengganggu kesejahteraan mental maupun fisik.
Terutama pada Gen Z yang aktif menggunakan media sosial. Secara kognitif, paparan informasi negatif secar terus-menerus membuat pikiran dan emosi ikut terpengaruh, sehingga risiko stres meningkat.
“Scrolling itu bukan aktivitas yang betul-betul memberikan solusi, kecuali kalau kita tahu kapan harus berhenti. Misalnya menghadapi ujian, kita tahu kapan ujian berakhir sehingga lebih mudah dikendalikan. Tetapi dalam situasi tak menentu, seperti kerusuhan, kita tidak paham sebenarnya kapan ini berakhir,” imbuh Atika Dian Ariana.
Dampak lain doomscrolling adalah munculnya kekhawatiran berlebihan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Atika menyebut kondisi ini berpotensi memicu kelelahan fisik sekaligus mental, sehingga menurunkan kualitas hidup.
“Ketika cemas atau stres, tubuh ikut menegang seolah bersiap menghadapi ancaman. Lama-lama bukan hanya pikiran yang lelah, tapi juga tubuh kita,” tukas dosen yang aktif mengajar di Fakultas Psikologi Unair tersebut.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
