Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 14.53 WIB

Menurut Psikologi, Jam Tidur Ternyata Menentukan Karakter Kita, Orang yang Suka Begadang Biasanya Kurang Bahagia?

Menurut Psikologi, Jam Tidur Ternyata Menentukan Karakter Kita, Orang yang Suka Begadang Biasanya Kurang Bahagia? (Freepik) - Image

Menurut Psikologi, Jam Tidur Ternyata Menentukan Karakter Kita, Orang yang Suka Begadang Biasanya Kurang Bahagia? (Freepik)

JawaPos.com - Pernah nggak kamu sadar kalau ada orang yang bisa bangun segar jam 5 pagi tanpa alarm, sementara ada juga yang masih pulas tidur bahkan ketika matahari sudah tinggi? Perbedaan ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan dipengaruhi oleh circadian rhythm tubuh. Faktor genetik memang punya andil, tapi menurut penelitian, lebih dari separuh pola tidur kita dipengaruhi lingkungan, sosial, dan juga kebiasaan pribadi.

Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa menurut laporan Insider tahun 2022, ada enam tipe tidur yang berbeda, mulai dari morning lark (si rajin bangun pagi), afternooners yang paling produktif siang hari, nappers yang butuh tidur siang untuk mengisi energi, night owls atau si burung hantu yang aktif di malam hari, swifts yang bertenaga sepanjang hari, hingga woodcocks yang seakan hidup dengan baterai 5% sejak bangun sampai tidur lagi.

Namun, yang paling sering dibandingkan tentu saja dua tipe ekstrem: morning lark dan night owl. Kira-kira siapa yang lebih bahagia, lebih pintar, dan lebih kreatif? Yuk, kita bahas!

1. Siapa yang Lebih Bahagia?

Studi tahun 2008 dalam Social Indicators Research menemukan bahwa morning lark cenderung lebih bahagia dan puas dengan hidupnya. Alasannya sederhana: mereka punya ritme hidup yang sesuai dengan mayoritas masyarakat yang aktif di siang hari. Sementara itu, night owl sering merasa kesulitan beradaptasi, bahkan bisa melewatkan momen penting bersama keluarga karena jadwal tidur yang berbeda.

2. Siapa yang Lebih Pintar?

Meskipun ada pepatah “the early bird gets the worm,” penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya. Studi dalam Personality and Individual Differences menyatakan bahwa night owl cenderung memiliki skor kecerdasan lebih tinggi dibanding morning lark. Mereka juga punya kecepatan berpikir dan daya ingat lebih baik. Namun, sayangnya, karena sistem pendidikan cenderung mulai pagi, night owl sering kesulitan berprestasi secara akademis.

3. Siapa yang Lebih Kreatif?

Kreativitas ternyata lebih banyak dimiliki oleh night owl. Sebuah penelitian pada mahasiswa seni di Taiwan tahun 2008 membuktikan bahwa lebih dari setengah responden merasa lebih kreatif setelah pukul 10 malam. Malam hari yang tenang membuat pikiran lebih bebas mengembara, sehingga ide-ide segar lebih mudah muncul. Sebaliknya, morning lark yang terbiasa dengan rutinitas justru jarang mendapat “ledakan ide” secara spontan.

Pada akhirnya, baik kamu morning lark, night owl, atau mungkin berada di tengah-tengah sebagai tipe campuran, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang terpenting bukanlah soal jam tidur siapa yang paling “benar,” melainkan bagaimana kualitas tidurmu. 

Tidur yang cukup, siklus tidur yang sehat, serta kemampuan bangun dengan segar jauh lebih penting daripada sekadar apakah kamu tim begadang atau tim bangun pagi. Jadi, yuk kenali ritme tubuhmu sendiri, supaya kamu bisa bekerja lebih produktif, lebih bahagia, dan tetap menjaga kesehatan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore