Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 04.07 WIB

Hati-Hati dengan Perilaku Impulsif! Kenali Faktor Penyebabnya agar Hidup Tidak Penuh Penyesalan Mendalam

Ilustrasi perilaku impulsif

JawaPos.com – Pernah merasa melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang, lalu menyesal setelahnya? Fenomena ini dikenal sebagai perilaku impulsif. Tindakan ini biasanya muncul saat seseorang mengambil keputusan secara cepat tanpa pertimbangan matang, entah dalam belanja, hubungan, atau respon emosional. Jika berulang dan berlebihan, perilaku impulsif bisa berdampak serius terhadap kehidupan sehari-hari.

Konten dari akun TikTok @pod.ruangtunggu menjelaskan bahwa perilaku impulsif bukan hanya soal sifat bawaan, tetapi juga dipengaruhi kondisi psikologis dan lingkungan. Impulsif muncul ketika otak lebih mengutamakan kepuasan instan dibanding menimbang konsekuensi jangka panjang.

Menurut akun @rannisa.m, kondisi emosional yang tidak stabil, seperti marah, sedih, atau stres berat, menjadi pemicu utama. Saat emosi memuncak, otak cenderung kehilangan kendali rasional dan mendorong seseorang bertindak cepat demi meredakan ketegangan. Misalnya, berbelanja berlebihan saat bad mood atau melontarkan kata-kata kasar saat tersinggung.

Hal senada disampaikan dokter sekaligus edukator kesehatan @dr.ndreamon. Ia menyebut perilaku impulsif juga terkait erat dengan fungsi otak, khususnya prefrontal cortex yang berperan dalam pengambilan keputusan. Jika bagian otak ini kurang terlatih atau terganggu, kemampuan mengontrol diri bisa menurun. Inilah sebabnya remaja lebih rentan bertindak impulsif karena otaknya masih dalam tahap perkembangan.

Faktor lain yang memicu perilaku impulsif adalah pola asuh di masa kecil. Menurut akun @tanambenih, anak yang tumbuh tanpa batasan jelas dari orang tua lebih berisiko membawa pola impulsif hingga dewasa. Mereka cenderung sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta lebih sering mencari kepuasan instan.

Selain itu, lingkungan sosial juga punya pengaruh besar. Tekanan kelompok, budaya konsumtif, hingga paparan media sosial bisa memperburuk kecenderungan impulsif. Notifikasi belanja online, tren viral, hingga FOMO (fear of missing out) mendorong orang untuk cepat mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.

Dampak Perilaku Impulsif

Perilaku impulsif yang berlebihan bisa menimbulkan dampak nyata. Dari sisi finansial, kebiasaan membeli barang tanpa pertimbangan bisa menyebabkan masalah keuangan. Dari sisi sosial, sikap reaktif dapat merusak hubungan karena menimbulkan konflik. Secara psikologis, perilaku ini sering diikuti rasa bersalah atau penyesalan, yang justru memperburuk kondisi emosi seseorang.

Cara Mengendalikan Perilaku Impulsif

Meski sulit dihindari sepenuhnya, perilaku impulsif bisa dikendalikan dengan strategi tertentu. Pertama, melatih kesadaran diri atau mindfulness. Dengan berhenti sejenak sebelum mengambil keputusan, seseorang memberi waktu otak untuk menimbang risiko. Kedua, mencatat pola perilaku. Menuliskan kapan dan apa yang memicu impulsif membantu mengenali pola agar bisa diantisipasi.

Konten edukasi @dr.ndreamon menambahkan, tidur cukup dan olahraga teratur berperan besar dalam menjaga kestabilan fungsi otak. Prefrontal cortex yang sehat lebih mampu menahan dorongan sesaat. Sementara itu, dukungan lingkungan juga penting. Memiliki teman atau keluarga yang bisa memberi masukan objektif dapat menjadi penyeimbang saat seseorang cenderung bertindak gegabah.

Kesadaran sebagai Kunci

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore