
Ilustrasi seseorang yang sedang menonton melalui handphone. (Pexels)
JawaPos.com – Pernah menonton serial atau film padahal kamu merasa membencinya? Kamu bahkan tetap terpaku di layar dan terus menyaksikan episode demi episode.
Hati-hati! Bisa saja kamu sedang mengalami fenomena yang disebut hate watching. Fenomena ini memang terasa aneh karena menyukai tayangan yang sebenarnya tidak kita sukai.
Lantas, mengapa banyak dari kita tetap tertarik, bahkan ketagihan menontonnya? Ternyata, jawabannya berakar dalam psikologi manusia.
Apa Itu Hate Watching?
Verywell Mind menyebut hate watching sebagai kondisi di mana kita menonton konten yang sebenarnya kita benci atau bahkan kita kritik habis-habisan.
Bukan karena salah satu aspek baik dalam konten itu, tapi karena kita merasa perlu mengulas atau membahas keburukannya.
Fenomena ini menjadi populer di era media sosial dan streaming, di mana penonton dengan bangga menyebutkan “Aku hate watch serial X”, seolah-olah itu adalah prestasi tersendiri.
Kenapa Kita Justru Tertarik Menonton yang Kita Benci?
Menonton konten yang dianggap buruk membuat kita merasa lebih kritis, cerdas, dan unggul.
Dalam kenyataan, kita secara tidak sadar mengatakan, “Lihat, aku tidak seperti itu,” atau “Aku lebih baik daripada sini.”
Capability Psychology and Counselling menyebut ini sebagai bentuk downward social comparison alias membandingkan diri dengan pihak yang kita nilai lebih rendah untuk merasa lebih baik.
Sama seperti ketika kita menoleh melihat kecelakaan di jalan. Kita terkadang penasaran melihat “kacau” secara aman di layar.
Adegan absurd, drama berlebihan, atau karakter cringe malah bikin kita terpikat karena sensasinya luar biasa, meski terasa buruk.
Saat kita membenci suatu konten tapi tetap menontonnya, muncul ketegangan antara afirmasi diri dan rasa penasaran.
Gulf News menyebut ini sebagai kognitif disonansi alias membunuh rasa jengkel dengan tetap menatap layar dengan rasa ingin tahu.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
